History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen Harapkan Kerjasama Lebih Erat Dalam Forum Austronesia

  • 01 August, 2018
  • Editor
Presiden Tsai Ing-wen Harapkan Kerjasama Lebih Erat Dalam Forum Austronesia
Presiden Tsai Ing-wen Harapkan Kerjasama Lebih Erat Dalam Forum Austronesia

        (Taiwan, ROC) – Dewan Suku Adat Asli atau APC sejak tahun 2003 mulai menggelar seminar internasional terkait suku adat Austronesia, dengan mengundang pakar ahli dari luar negeri ke Taiwan, untuk bisa saling bertukar informasi terkait Austronesia, dan sempat menggelar Forum Austronesia bersama dengan negara lainnya pada tahun 2008. Namun karena adanya pergantian partai politik yang berkuasa, kegiatan tersebut dihentikan dan baru bisa dimulai lagi pada tahun ini. APC pada hari Rabu tanggal 1 Agustus menggelar upacara pembukaan forum dengan dihadiri oleh perwakilan dari negara Kiribati, Kepulauan Marshal, Nauru, Palau, Solomon, Tuvalu, Filipina, Selandia Baru, Indonesia, Malaysia, Guam, Hawaii dan Taiwan. Presiden Tsai Ing-wen turut hadir dalam upacara pembukaan, termasuk Presiden Kepulauan Marshall, Hilda C. Heine yang kebetulan juga tengah melakukan kunjungan ke Taiwan.

        Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa tahun lalu ia melakukan kunjungan kenegaraan ke Kepulauan Marshall, Tuvalu, Solomon, juga sempat singgah di Hawaii dan Guam. Setiap pulau yang dikunjunginya menyajikan keindahan alam dan keramahan masyarakat setempat, sehingga menjadi memori yang tak terlupakan bagi Presiden Tsai Ing-wen. Ia menjelaskan bahwa suku adat asli Taiwan memiliki keserupaan bahasa dengan suku adat asli yang ada di negara-negara di Samudera Pasifik dan sekitarnya. Selain itu, juga memiliki banyak rantai hubungan dalam sejarah dan peradaban budaya, dimana nenek moyang masing-masing diceritakan sempat mengarungi Samudera Pasifik. Tahun lalu, berkat bantuan yang diberikan oleh dusun di Kepulauan Solomon kepada suku Amis dari dusun Falangaw Taiwan, berhasil merakit kembali perahu layar kuno yang hilang dalam perjalanan. Berkat bantuan dari sesama suku adat asli, maka suku adat asli di Taiwan kembali dekat dengan sejarah suku sendiri, dan bersama mewariskan budaya mengarungi samudera.

        Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan dengan media perantara bahasa dan budaya, maka suku-suku Austronesia seharusnya memiliki banyak komunikasi, dimana pendidikan juga menjadi salah satu topik pembahasan penting. Tsai berharap dengan adanya Forum Austronesia, bisa saling berbagi cerita dan pengalaman, mempertemukan peradaban dan sumber daya yang dimiliki, bersama mendidik agar suku adat asli juga bisa menjadi bagian dalam SDM masa depan yang berkesinambungan. Dengan interaksi organisasi kawasan yang lebih hidup, maka bisa turut menjalin kerjasama dalam kawasan Pasifik dan memberikan kontribusi dalam pembangunan serta pencapaian kesejahteraan masyarakat.

        Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Dengan melalui wadah Forum Austronesia, saya berharap setiap negara peserta, pemerintah, dusun dan masyarakat penduduk, maka bisa tercipta kesempatan yang lebih banyak lagi untuk saling belajar. Kita harus saling belajar sikap antisipasi pengalaman sejarah, menggunakan kecerdasan bersama menuju masa depan, mengumpulkan sumber daya, berbagi tugas pekerjaan, bersama mendidik suku-suku Austronesia untuk bisa menjadi SDM yang diperlukan di masa depan, ini semua adalah hal yang dapat dilakukan dalam Forum Austronesia.”

        Kepala Dewan Suku Adat Asli Icyang Parod saat menerima wawancara dari media menjelaskan bahwa Forum Austronesia telah terhenti 10 tahun, meja bundar rapat selain bertambah 4 negara peserta, juga akan mendiskusikan undang-undang forum, melakukan perbaikan peraturan dan membahas program kerja untuk 4 hingga 6 tahun mendatang, termasuk lokasi dan tahun penyelenggaraan.

Komentar

Terbarumore