(Taiwan, ROC) – Pemerintah mendeklarasikan untuk menjadikan Taiwan sebagai Platform Pertukaran Budaya Austronesia. Merujuk kepada program kerja Kementrian Kebudayaan, maka Museum Prasejarah Taiwan atau NMP, yang memiliki fungsi tugas meneliti kebudayaan prasejarah Taiwan dan kawasan di sekitarnya, suku adat asli dan Austronesia, mengemban tugas penting dalam hal pembentukan platform yang dimaksudkan. Dengan adanya pertukaran kebudayaan, diharapkan bisa menjadi jendela penting bagi masyarakat Taiwan maupun dari negara lain untuk lebih mengenal kebudayaan Austronesia.
1 Agustus adalah Hari Suku Adat Asli di Taiwan, dan Forum Austronesia 2018 kebetulan juga digelar pada hari Rabu tanggal 1 Agustus. Museum Prasejarah yang memiliki tugas dalam penelitian prasejarah dan budaya suku adat asli, serta penyimpanan, pengoleksian dan penyelenggaraan pameran, mendapat dukungan penuh dari Kementrian Kebudayaan untuk melakukan pengembangan mata tugas, yakni berperan langsung sebagai Platform Pertukaran Kebudayaan Austronesia Internasional.
Untuk teknisnya, Kepala NMP Lee Yu-fee saat menerima wawancara dari RTI menjelaskan bahwa NMP berhasil mendapatkan bantuan dana dari Program Pembangunan Jangka Panjang, untuk menambah pembanguan gedung pameran dan sarana taman pendukung lainnya. Pembangunan ini diperkirakan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2020. Selain itu, NMP juga akan memperbanyak penyelenggaraan kegiatan seminar dan forum terkait Austronesia.
Lee Yu-fee mengatakan, “Kini kebudayaan Austronesia dunia ada di Taiwan, pihak kementrian berharap Taiwan memiliki satu pintu jendela, agar Austronesia dunia bisa melihat kita, dan kami akan membuat orang Taiwan juga bisa mengenal Austronesia dunia. Oleh karena itu di kedepannya, akan ada penambahan gedung pameran khusus Austronesia dan sarana taman pendukungnya. Dimulai dari lokasi sekarang hingga ke taman di belakangnya, menjadi sebuah paduan gedung dan alam, dengan ditambah lagi penyelenggaraan seminar dan forum tentang Asutronesia dan pertukaran dunia internasional.”
Lee Yu-fee menegaskan dengan adanya dukungan dana dari pemerintah, mampu mewujudkan peran dan tugas yang diemban oleh NMP. Namun sehubungan dengan peraturan museum yang diberlakukan, maka ada keterbatasan ruang gerak yang bisa dilakukan oleh sebuah museum. Lee Yu-fee tetap berharap di kedepannya bisa memiliki kesempatan menjalin kerjasama dengan Academia Sinica dan universitas lainnya, sehingga bisa saling melakukan pertukaran informasi dan sumber daya yang dimiliki.
Lee Yu-fee menerangkan bahwa melakukan riset penelitian adalah landasan penting sebuah museum. Karena dengan adanya penelitian, barulah bisa menghasilkan data informasi untuk pameran. Dirinya akan berusaha mendapatkan dana riset penelitian, sehingga bisa melancarkan peran dan fungsi NMP sebagai Platform Pertukaran Budaya Austronesia Internasional.