History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

BPPT siapkan penghargaan khusus untuk inovator

  • 01 August, 2018
  • Editor
BPPT siapkan penghargaan khusus untuk inovator

(ANTARA / RTI) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan penghargaan khusus bagi para inovator yang karyanya terbukti terserap industri dan membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Kepala BPPT Unggul Priyanto di Jakarta, Rabu, mengatakan BPPT Innovation Award murni penghargaan untuk inovasi baru yang mampu menembus industri dan bermanfaat bagi masyarakat, berbeda dengan BJ Habibie Award yang diberikan untuk hasil invensi.

Ia menjelaskan inovasi bisa saja dikembangkan dari hasil meniru produk atau teknologi yang sudah berlisensi namun disempurnakan atau diubah bentuk dan fungsinya, seperti yang dilakukan Daratan Tiongkok dengan kereta cepat.

Dengan membeli kereta cepat berlisensi dari Jerman atau Jepang, Daratan Tiongkok berinovasi dan memproduksi kereta cepat sendiri. "Ini yang dinamakan reverse engineering. Pesawat N219 itu termasuk di dalamnya, itu bukan riset tetapi mendesain dengan hitung-hitungan yang pas," kata Unggul.

BPPT Innovation Award tahun 2018 merupakan ajang yang baru pertama digelar dan juga terbuka bagi inovator yang baru menempuh pendidikan strata 1 dengan prasarat sudah membuat produk baru yang bisa dikembangkan oleh industri dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Hadiahnya Rp100 juta bagi pemenang perorangan," kata dia.

Ia mengatakan inovasi yang sudah menjadi produk dan bermanfaat masyarakat tentu harus bersertifikat dan berdampak pada industri.

Juri BPPT Innovation Award 2018, menurut Unggul, tidak satupun dari BPPT.

Tim juri diketuai Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, dengan anggota Prof Udi Subakti Ciptomulyo dari ITS, Prof Suhono Harso Supangkat dari ITB, Komisaris Utama Garuda Jusman S Djamal, Ir Hari Sampurno dari Kementerian BUMN.

BPPT Innovation Award 2018 akan diserahkan pada Kamis (2/8) dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan.

Komentar

Terbarumore