(Taiwan, ROC) -- Federasi Industri Republik Tiongkok (Chinese National Federation of Industries) tanggal 27 Juli mengumumkan “Buku Putih 2018” yang menyampaikan perkembangan dari negara anggota menyampaikan, dalam buku putih ini mengemukakan 9 saran arahan utama dan berbagai titik penting, terkait dengan kebijakan yang dicanangkan pemerintah, selama 2 tahun lebih ini secara bertahap telah diimplementasikan dan memperlihatkan hasil.
Pada bagian sumber energi, pemerintah mempromosikan transformasi sumber energi termasuk untuk sumber energi tenaga solar, sumber energi tenaga angin lepas pantai, tenaga air, tenaga panas bumi dan lainnya, diperkirakan pada tahun 2025 penggunaan sumber tenaga terbarukan dapat mencapai target 20%.
Selain itu pemerintah akan menjamin kestabilan penyediaan listrik, berbagai cara pelaksanaan tenggah diwujudkan, mulai tahun 2019 tingkat perputaran mencapai 10%, tingkat penyediaan mencapai 15%. Dalam perluasan penyediaan tenaga listrik termasuk pembangkit listrik Talin Baru no.1 pembangkit listrik TaDhan no 7, Tongxiao no.1 dan lainnya yang juga dimasukkan dalam penyediaan listrik ; dalam penghematan dan juga persaingan harga listrik diadakan pengurangan tariff harga selama 6 jam sehari dan lainnya yang mana ini dapat menghemat listrik secara efektif.
Dalam hubungan antar selat Taiwan, pemerintah mendukung perkembangan saling menguntungkan dan saling memakmurkan antar selat Taiwan serta bersedia berdasarkan landasan kesepakatan antar selat Taiwan terus memperluas dan memperdalam hubungan kerja sama. Tetapi karena pihak Daratan Tiongkok mempertimbangkan politik sehingga menghentikan pengoperasian tim kerja kesepakatan antar selat Taiwan dan menggunakan cara kerja sepihak, menghindar bekerja sama dengan kita, sehingga menghalangi langkah perkembangan hubungan antar selat Taiwan. Namun selama jangka panjang ini pemerintah juga sudah terus berupaya menjalin hubungan perdagangan dan ekonomi yang baik dengan Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, untuk merespon perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, pemerintah bersikap waspada dan berusaha untuk membantu menyelesaikan masalah dan mencari peluang pengembangan serta terus berupaya mengembangkan multi perdagangan dan ekonomi luar negeri, dengan agresif berupaya turut berpartisipasi dalam pembahasan kerja sama perdagangan bilateral maupun multilateral termasuk CPTPP, RCEP dan lainnya, juga menambah kecepatan untuk mempromosikan “kebijakan baru ke arah selatan”, meningkatkan tata letak Taiwan dalam perkonomian luar negeri, beragam dan juga meningkatkan daya saing.