(Taiwan, ROC) -- Profesor jurusan bahasa Arab dan Literatur Komparatif Akademi Studi Oriental dan Afrika (School of Oriental and African Studies, SOAS) di London, Ouyang Wen-chin terpilih oleh British Academy, yang mana ini merupakan sarjana pertama Taiwan pertama yang menerima kehormatan ini.
British Academy, Inggris berdiri sejak tahun 1902 merupakan sebuah lembaga akademis nasional di Inggris yang mendukung penelitian di bidang humaniora dan sosial di mana setiap tahunnya memilih sarjana unggulan untuk diberikan kehormatan, mengakui pencapaian dan prestasi tinggi mereka dalam humaniora dan sosial.
British Academy pada tanggal 20 Juli mengeluarkan berita acara yang menyampaikan kalau tahun ini kembali memilih 52 orang sarjana dari berbagai universitas di Inggris dan 20 orang sarjana dari Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jerman, Hungaria, Itali dan Perancis yang mana jumlah 72 orang sarjana merupakan terbanyak selama 116 tahun ini akan dimasukkan dalam daftar 1400 sarjana unggulan, menjadi bagian dari British Academy.
Dalam berita yang dikeluarkan SOAS menyampaikan, Ouyang Wen-chin dan professor sejarah seni, Timon Screech terpilih dan memenuhi kualifikasi masuk British Academy.
SOAS mengemukakan, Ouyang Wen-chin dengan penelitiannya pada sastra Arab, literature komparatif, literature global dan juga jalan sutra, karya tulisnya termasuk Literary Criticism in Medieval Arabic-Islamic Culture: The Making of a Tradition (1997), Poetics of Love in the Arabic Novel (2012), Politics of Nostalgia in the Arabic Novel(2013), bersamaan dengan waktu itu ia juga ditampilkan dalam buletin“Middle Eastern Literatures”.
Ouyang Wen-chin mengemukakan kalau ia sangat senang sekali terpilih dalam British Academy dan berharap di British Academy ia bisa lebih maju berkembang lagi.
Kepala British Academy, David Cannadine menyampaikan, ia sangat senang dan menyambut para sarjana yang terpilih di tahun ini, mereka merupakan anggota baru yang berbakat. Mereka terdiri dari pakar sejarah, ekonomi, psikologi, hukum dan lain sebagainya, memberikan keahlian, wawasan, dan pengalaman yang luas kepada tim yang bergabung ini.
Catatan :
Ouyang Wen-chin lahir di Taiwan dan dibesarkan di Libya. Dia menyelesaikan gelar BA dalam bahasa Arab di Universitas Tripoli dan PhD Studi Timur Tengah di Universitas Columbia di New York City. Sebelum pindah ke Londong, dia mengajar bahasa Arab, sastra dan budaya di Universitas Columbia, Universitas Chicago dan Universitas Virginia.