(Taiwan, ROC) -- Asosiasi Makanan Taiwan pada hari Jumat (27/7) mengumumkan penyelenggaraan program “Hilangkan Kelaparan”. Meminta pakar roti Wu Bao-chun (吳寶春), Pebisnis Taiwan - Tung zi-xian (童子賢), Penulis - Chang Da-chun (張大春), group band Soda Green, Kepala Sekolah SMK bidang pangan - Yang Zhao-jing, Manager hotel bintang 5 – Hsu Guo-zhen dan lainnya untuk turut berperan sebagai “Duta Pendidikan Makanan”, berharap dapat berbagi bagaimana menggunakan prinsip menggunakan makanan yang tersisa agar dapat mencapai target menghilangkan kelaperan.
Asosiasi Makanan Taiwan berpegang pada pemikiran “makan pada tempatnya, memanfaatkan musimnya, cintai bumi ini, tidak boros, membuat sendiri, berbagi kesenangan”, meneruskan program pendidikan makanan yang digerakkan sejak Januari tahun lalu yaitu melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan mempromosikan pendidikan makanan dari tempat asal makanan ke meja makan, dari individu ke masyarakat, dengan target pendidikan makanan pada berbagai ragam lingkungan.
Tahun ini dengan tema “hilangkan kelaparan” Asosiasi Makanan Taiwan mengadakan serangkaian kegiatan dengan berbagai sumber termasuk duta pendidikan makanan Wu Bao-chun yang memberikan sponsor roti pada “Bank Makanan Bandara Selatan” dan “Lemari Pendingin Bersama” yang telah berlangsung selam satu tahun lebih ini, Wu Bao-chun mendirikan Yayasan Pendidikan Makanan Chen Wu Shao yang mengundang Bank Makanan Bandara Selatan untuk bersama dalam jangka panjang memberikan bantuan pada kamp pendidikan makanan HengChun diperuntukan bagi anak-anak dan pelajar yang rentan di bagian selatan Taiwan, berharap anak-anak Taiwan dapat mengenal makanan lokal dan juga menghargai makanan.
Wu Bao-chun (吳寶春) mengatakan, “Kali ini jugamengajak mereka ke selatan untuk mengetahui bagaimana membuat kembang tahu, membuat kue kura merah. Dari mana asalnya sayuran ini, juga agar mereka mengerti bagaimana petani dengan susah payah menghasilkan semua ini, dikedepannya kami juga akan menggunakan bahan makanan yang tersisa agar tidak boros.”
Program ini juga mendapat dukungan dari Pimpinan perusahaan Asus, Tung Zi-xian (童子賢) terlebih pada pelopor bank makanan bandara selatan, Fang He-sheng yang selama 20 tahun ini menggunakan bahan makanan yang tersisa membantu masyarakat kaum lemah di sekitar bandara selatan, cara ini patut diberikan pujian dan akan membuat film dokumenter agar pemikiran seperti ini dapat lebih meluas.
Fang He-sheng menyampaikan, ia sangat berterima kasih semakin banyak sumber dan teman yang memberikan dukungan, ia juga beranggapan cara “bank makanan bandara selatan” patut dijadikan contoh oleh tempat-tempat lainnya.
Asosiasi Pendidikan Makanan Taiwan menyampaikan, telah ada lebih dari 300 toko roti di Taipei yang setiap hari memberikan roti yang tidak terjual habis pada hari bersangkutan untuk diberikan pada organisasi kaum rentan, selanjutnya juga akan mengelar kegiatan “makanan tersisa dari dapur hotel bintang lima”, meminta para juru masak untuk memberikan pelayanan bagi kaum rentan ; hal ini juga memberikan contoh pada masyarakat luas untuk tidak boros makanan.