(Taiwan, ROC) - Tidak tidak akan mengelak namun tidak akan melonggarkan upaya menghadapi perundungan dari Tiongkok, khususnya tekanan yang diberikan pada 44 maskapai penerbangan manca negara untuk tidak menggunakan nama “Taiwan” di website mereka.
Demikian ditegaskan juru bicara Kementrian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee Hsien-chang (李憲章) pada hari Kamis, 26 Juli, menanggapi permintaan Tiongkok April lalu pada 44 maskapai penerbangan manca negara untuk tidak mendaftarkan Taiwan sebagai “negara” dan mengubah nama “Taiwan” di wesbsite mereka dalam kurun waktu tiga bulan.
Menurut Lee, meski semua dari 44 maskapai penerbangan tersebut telah mentaati permintaan Tiongkok, masih ada banyak maskapai penerbangan dari negara lain yang menolak berbuat demikian.
Lee mengatakan, “Melalui kantor perwakilan di negara lain, Kementrian Luar Negeri akan berusaha menghubungi dan berkomunikasi dengan pihak bersangkutan, menampilkan pendirian tegas dari pemerintah, yakni tidak mengelak namun tidak melonggarkan upaya, berharap bisa menjamin martabat tertinggi bagi negara.”
Jubir MOFA juga menyampaikan apresiasi pada dukungan dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Australia dan sejumlah negara lain, terutama dari para anggota parlemennya; juga akan berkomunikasi dengan lebih banyak maskapai penerbangan, menemukan cara paling sesuai untuk melindungi martabat nasional Taiwan.