(Taiwan, ROC) – Dewan Perwakilan dan Senat dalam Kongres Amerika Serikat pada hari Senin tanggal 23 Juli telah menyelesaikan versi akhir HR 5515 berkenaan dengan “Laporan keuangan otorisasi pertahanan dan keamanan 2019”, dimana dalam rapat sidang kongres disebutkan bahwa pihak Kementrian Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat akan turut mengusung program latihan militer Amerika-Taiwan. Namun berkenaan dengan versi yang diajukan oleh Dewan Senat Amerika yang meminta pihak militer Amerika mengikuti latihan militer Han Kuang Taiwan secukupnya saja, tidak dimasukkan ke dalam keputusan akhir yang diambil tersebut.
Istana Kepresidenan pada hari Rabu tanggal 25 Juli pagi hari menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Amerika berkenaan dengan dukungan yang diberikan kepada Taiwan selama ini, khususnya dalam hal masalah pertahanan dan keamanan, serta menjadikan Taiwan sebagai salah satu sekutunya. Istana Kepresidenan menjelaskan bahwa Taiwan merupakan salah satu sahabat sekutu baik Amerika Serikat di dunia. Berkenaan dengan hubungan antara Taiwan dan Amerika, maka menjaga baik apa yang telah dijalin selama ini, mampu memberikan pengaruh dalam hal stabilitas keamanan kawasan. Taiwan juga berupaya untuk dapat menjadi salah satu bagian dari dunia internasional, menjalin hubungan kerjasama yang erat dengan pihak Amerika, baik dalam bidang eksekutif maupun legislatif, mengembangkan apa yang telah ada selama ini, khususnya memberikan kontribusi dalam perdamaian kawasan dan kesejahteraan sosial masyarakat setempat.
Dalam rapat kongres Amerika, pada tanggal 23 Juli, maka rancangan final berkenaan dengan otorisasi pertahanan dan keamanan berhasil mencapai kesepakatan, dan versi final dari NDAA sendiri diumumkan pada tanggal 24 Juli waktu setempat, dimana pada bagian yang berhubungan dengan Taiwan ditempatkan pada pasal 1257 dan 1258.
Rancangan undang-undang pasal 1257 menekankan kepada penguatan militer Taiwan. Dalam pasal tersebut disebutkan tentang permintaan kepada pihak Menteri Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat untuk dapat melakukan komunikasi dengan pihak Taiwan, khususnya dalam hal satuan militer Taiwan, guna dapat memberikan masukan bagi Taiwan tentang kemampuan pertahanan keamanan yang dimiliki, serta meningkatkan kemampuan pertahanan keamanan diri. Dalam undang-undang juga disebutkan untuk meminta Menteri Pertahanan Keamanan Amerika agar dapat melakukan diskusi dengan Menteri Luar Negeri, dan usai selang batas waktu satu tahun pengumuman undang-undang, maka dipinta untuk memberikan laporan keseluruhan kepada anggota dewan berkenaan perkembangan akhir yang dicapai, termasuk penilaian dan saran yang diberikan, sehingga mampu dipadukan dalam program Amerika Serikat, antara lain melakukan hubungan kerjasama dan pertukaran pejabat tinggi militer dan latihan militer yang dilakukan, serta mendukung penjualan senjata kepada pihak Taiwan yang dikhususkan dalam hal pengembangan kemampuan perang dan militer asimetri.
Sementara untuk pasal 1258 ditekankan kepada pandangan yang diberikan oleh kongres Amerika. Dalam pasal tersebut disebutkan jika dalam Hubungan Taiwan-Amerika, tercantum 6 jaminan Amerika sebagai sebuah landasan penting, dimana Amerika seharusnya memperkuat hubungan kerjasama dengan Taiwan dalam bidang pertahanan dan keamanan nasional, mendukung perkembangan militer yang ada, memperbaiki dan modernisasi, sehingga mampu untuk dapat melakukan pertahanan diri.
Sehubungan dengan landasan yang ada, maka Amerika berkewajiban untuk memberikan dukungan kepada Taiwan terkait penjualan alutsista, melakukan negosiasi langsung dengan pihak produsen dan industri bidang pertahanan diri, memperkuat sistim kekuatan tempur asimetris. Dalam waktu yang sama, Amerika juga seharusnya meningkatkan penjualan alutsista kepada Taiwan terprediksi, memastikan dan melakukan ujicoba berkenaan dengan kebutuhan Taiwan dalam hal perlindungan diri.