(Taiwan/ROC) --- Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) pada Senin (23/7) menerima wawancara eksklusif dari media asing CNN. Melalui siaran persnya, Kementerian Luar Negeri MOFA mengemukakan bahwa ini merupakan pertama kalinya Menlu Taiwan menerima wawancara CNN. Joseph Wu menerima wawancara eksklusif selama 30 menit . Ia dengan lugas menjawab pertanyaan seputar situasi diplomatik Taiwan, kondisi pertahanan Taiwan, hubungan antar selat di tengah tekanan dari Daratan Tiongkok, dan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.
Terkait akan hubungan lintas selat, Joseph Wu mengemukakan bahwa Taiwan merupakan tanah yang menjunjung tinggi demokratis yang menitikberatkan akan pemilu terhadap Presiden dan parlemen. Prinsip ini berbeda jauh dengan Daratan Tiongkok. Ia juga menekankan akan komitmen Presiden Tsai Ing-wen untuk menjaga stabilitas perdamaian di kawasan lintas selat. Joseph Wu juga menekankan bahwa meskipun Daratan Tiongkok berusaha untuk memenangkan hati masyarakat Taiwan, tetapi ancaman dan tekanan yang tengah dilancarkan hanya akan membuat masyarakat Taiwan tidak simpatik terhadap Daratan Tiongkok.
Terkait akan hubungan dengan Amerika Serikat, Joseph Wu mengemukakan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat tetap bulat untuk menjaga nilai demokrasi. Terkait akan hubungan bilateral antar keduanya, Taiwan memiliki keyakinan tinggi. Jika hubungan dengan Amerika Serikat dapat terus terjaga, maka dapat mengurangi tekanan dari Daratan Tiongkok.
Menanggapi persahabatan dengan Vatikan, Joseph Wu mengemukakan bahwa Taiwan akan terus mempertahankan hubungan bilateral dengan Vatikan. Taiwan dapat menjadi model yang baik dalam kebebasan beragama. Hubungan persahabatan dapat menjadi simbol nilai demokratis dalam kehidupan beragama, yang tentunya berbeda jauh dengan Daratan Tiongkok.