(Taiwan, ROC) – Perkembangan intelegensi artifisial diyakini akan mampu menjadi bagian pembangunan teknologi yang sangat penting untuk kurun waktu 100 tahun mendatang, dimana mereka mampu melakukan di dalam berbagai subversi gaya dan kebiasaan hidup manusia, bahkan di dalam film yang ditayangkan dilayar lebar sempat menampilkan kisah cinta yang terjadi pada manusia robot yang tersimpan dalam komputasi awan. Salah satu pakar ahli Amazone, dosen terbaik pilihan dari institute teknik California, Anima AnandKumar, pada hari Jumat tanggal 20 Juli dalam sebuah forum bertajuk “Digitalisasi inovasi 2018” menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi dalam perkembangan teknologi AI adalah membutuhkan banyak sekali data dan riset percobaan, sehingga baru mampu mencapai mendekati kebutuhan kehidupan manusia yang sebenarnya. Jika AI bisa melakukan interaksi dengan manusia secara mendalam, maka itu boleh dikatakan sebagai tujuan akhir penelitian selama ini. Anima menyarankan bagi Taiwan agar dapat menggunakan ragam sumber daya untuk berhubungan dengan intelegensi yang dimiliki oleh AI pada setiap tahapan pembelajaran yang berbeda, sehingga mampu turut mempercepat pengembangan pertumbuhan teknologi AI di Taiwan sendiri.
Dalam sebuah film layar lebar yang berjudul “Her”, terlihat jika pemeran utama pria jatuh jinta kepada robot AI, berbagai ragam isi kehidupan. Lantas apakah hal ini bisa menjadi sebuah kenyataan? Pakar Amazone dan Dosen Anima AnandKumar saat menerima undangan untuk menghadiri Forum Digitalisasi Inovasi 2018, dalam kata sambutannya menyampaikan tentang “Masa depan manusia berintelegensi artifisial: Data informasi, algoritme dan komputasi awan. Usai forum, ia juga memberikan penjelasan tambahan kepada media berkenaan dengan tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan AI adalah harus melalui praktek simulasi, operasi virtual. Untuk bagian yang mendekati tingkat kesulitan rumit, maka masih membutuhkan banyak percobaan sampel, perbaikan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu jika ingin mencapai tahapan kategori mampu menyerupai sifat emosional manusia, tindakan dan interaksi sosial, itu semua barulah dapat disebut sebagai tantangan tahap terakhir.
Membahas tentang perkembangan AI di Taiwan, Anima AnandKumar menegaskan bahwa pendidikan tentang AI sangat penting, dimana sebaiknya pendidikan AI dapat diberikan sesuai dengan tahapan perkembangan yang ada, dan setiap negara wajib memiliki sistim pendidikan AI nya sendiri. Ia mengatakan, “Dalam tahapan pendidikan yang berbeda, tentu akan dapat berhubungan dengan yang namanya AI, sekalipun tidak pernah mendapatkan ilmu pengetahuan tentang AI, namun masih bisa dipelajari dari sumber daya, buku pelajaran, sehingga Anda bisa bersentuhan langsung dengan AI sejak memasuki kelas SMA. Selain itu, Anda juga harus bisa melakukan pembelajaran tahap selanjutnya saat masuk ke universitas, untuk kebutuhan melakukan penelitian, pengembangan, selain itu tidak saja hanya berhenti pada yang lokal saja, melainkan dapat berhubungan dengan yang berskala dunia. Menurut saya ini sangat penting, sehingga setiap negara seharusnya memiliki pendidikan dan penelitian tentang AI masing-masing.”
Anima AnandKumar menyebutkan jika hal terpenting dari AI adalah apakah dapat melakukan pelacakan data informasi, ilmu pengetahuan, dan kemudian dapat digunakan untuk kondisi tertentu, misalnya membantu manusia melakukan tugas sehari-hari. 10 tahun ke depannya, AI akan dapat terbagi menjadi 5 kategori, antara lain penjelajahan, perlindungan, transportasi, transformasi dan kemitraan.