(Taiwan, ROC) - Tujuan dari penyelenggaraan konferensi Perlindungan Hak Asasi Kaum Perempuan Global (World Conference of Women's Shelter – WCWS) adalah menyediakan wadah agar negara-negara dunia dapat berbagi dan membahas pengalaman pencarian suaka dari kaum perempuan yang mengalami kekerasan, selain itu juga dengan berani berinisiatif mengemukakan kasusnya serta menerapkan kesetaraan gender, meningkatkan jaringan pencegahan kekerasan terhadap kaum perempuan internasional. WCWS yang pertama kali digelar pada tahun 2008 di Kanada, selanjutnya secara bergilir diselenggarakan di Amerika Serikat, Belanda dan Taiwan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan WCWS ke empat yang akan berlangsung tanggal 5-8 November 2019 di Kaohsiung, diperkirakan akan dihadiri oleh 2000 perwakilan dari 120 negara.
Dalam jumpa pers hari Rabu (18/7) yang mengundang Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, kantor perwakilan Amerika, Belanda dan Kanada serta organisasi-organisasi terkait dengan perlindungan hak kaum perempuan untuk hadir.
Ketua The Garden of Hope Foundation, Ji Huei-rong yang juga adalah ketua Asia Network of Women’s Sherter, pada bulan Maret lalu diangkat menjadi ketua Global Network of Women’s Shelter (GNWS)yang baru. Terhadap penyelenggaraan WCWS di Taiwan, Ji Huei-rung mengemukakan, Taiwan berada di urutan depan dunia dalam upaya perlindungan hak perempuan, untuk itu pada seminar kali ini bisa berbagi dengan negara-negara yang hadir.
Ji Huei-rung mengatakan, “Perlindungan hak kaum perempuan Taiwan sudah berjalan 20-30 tahun, organisasi perempuan Taiwan sangat giat dan ulet, untuk itu perlindungan hak perempuan ada dalam situasi darurat, jangka menengah dan panjang bahkan The Garden of Hope Foundation telah merencanakan program perumahan sosial bagi kaum perempuan bahkan kita menemani mereka dalam upaya pemberdayaan ekonomi, untuk itu anda bisa melihat upaya perlindungan yang kami lakukan, bukan hanya mencegah dan menghentikan tindakan kekerasan melainkan juga memulai kehidupan mereka, pengalaman kita ini pantas untuk dibagikan pada dunia internasional.”