History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CIER Revisi Naik Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Jadi 2.48%

  • 18 July, 2018
  • Editor
CIER Revisi Naik Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Jadi 2.48%
CIER Revisi Naik Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Jadi 2.48%

(Taiwan, ROC) - Institut Penelitian Ekonomi Chunghua (CIER) hari Rabu (18/7) menyelenggarakan jumpa pers Seminar Prakiraan Ekonomi Taiwan kwartal ke-3, diperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 2,48%, meningkat 0,01% dibandingkan dengan perkiraan pada bulan April yang sebesar 2,47%; sementara prakiraan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 2,23% menurun 0,24% dibandingkan dengan tahun ini.

Ketua CIER, Wu Chung-su menganalisa, efek perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok menekan kegiatan ekonomi di berbagai negara, ditambah dengan paruh akhir tahun lalu dasar pertumbuhan ekonomi sudah tinggi, diperkirakan paruh akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi akan melambat, namun kebutuhan dalam negeri seperti konsumsi dan investasi sipil terus terdorong sehingga merevisikan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahunan.

Wu Chung-su mengatakan, “Jika dilihat secara keseluruhan, paruh pertama tahun lebih baik dibandingkan paruh akhir tahun, karena paruh pertama tahun rata-rata profit industri bisa bertambah hingga 0,03% lebih, untuk paruh akhir tahun hanya sebesar 0,02%, sehingga pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 2,48%.”

Melihat ke masa mendatang, Wu Chung-su beranggapan, perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, harga minyak dan produk internasional, Fed Amerika Serikat juga bersiap-siap menaikkan suku bunga, arah pergerakkan investasi industri domestik, jadwal pembangunan infrastruktur dan pemilu 9 in 1 serta lain sebagainya yang semuanya adalah unsur tidak pasti bagi pertumbuhan ekonomi. CIER memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 2,23% lebih kecil dari tahun ini, ia mengemukakan, ini merespon melambatnya gerakan ekonomi yang disebabkan oleh penyesuaian dinamika ekonomi dan bukan karena resesi.

Komentar

Terbarumore