Taiwan/ROC)--- Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada Selasa (17/7) bertemu dengan delegasi parlemen antar-partai Uni Eropa. Dalam kata sambutannya, beliau menegaskan akan kesediaan Taiwan untuk berdialog dan berkomunikasi dengan Daratan Tiongkok. Komunikasi yang terjalin harus berlangsung tanpa adanya tekanan. Kepala Negara menambahkan akan mematuhi prinsip demokrasi dan kedaulatan. Presiden Tsai sekali lagi menyerukan kepada Uni Eropa dan komunitas internasional untuk bersama dengan Taiwan menjaga serta melestarikan nilai kebebasan.
Presiden Tsai Ing-wen pada Selasa siang (17/7) menerima kunjungan delegasi dari parlemen antar-partai Uni Eropa. Di saat yang sama, beliau juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan terhadap partisipasi Taiwan di dunia internasional. Terkait akan serangkaian tekanan yang dilancarkan oleh Daratan Tiongkok, Kepala Negara menambahkan berkat bantuan yang diberikan oleh perwakilan ROC di luar negeri kepada warga perantauan dan pada bulan lalu telah mengumumkan gerakan kampanye bersama dengan Taiwan di Brussels, Belgia. Kampanye ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari Belgia maupun Uni Eropa. Kampanye ini menyerukan dukungannya terhadap Taiwan dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Presiden Tsai Ing-wen sekali lagi menekankan bahwa niat Taiwan untuk berkomunikasi dengan Daratan Tiongkok tetap tidak berubah. Namun segala bentuk komunikasi haruslah bebas dari tekanan apapun. Taiwan tetap mempertahankan unsur demokrasi dan menjunjung nilai kedaulatan. Kepala Negara juga menyerukan agar dunia internasional dapat memberikan dukungannya atas Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya harap anggota Uni Eropa dan komunitas internasional dapat secara gamblang mengetahui akan tekanan yang diberikan kepada Taiwan. Saya rasa negara-neraga lain mungkin menghadapi tantangan yang sama. Saya harap dunia internasional dapat bersama dengan Taiwan bersatu dan melindungi nilai-nilai demokrasi”.
Kepala Negara dalam pertemuan tersebut juga mengemukakan bahwa selama 2 tahun belakangan, Taiwan bersama dengan Uni Eropa terus menggalang pelbagai program kerja sama. Bulan Maret 2018 lalu, juga telah diadakan secara perdana seminar terkait Hak Asasi Manusia (HAM). Ini merupakan perkembangan yang positif bagi ruang lingkup HAM. Taiwan tentunya terus berharap dapat menjalin hubungan yang lebih mendalam, terlebih bagi kontribusi hak yang paling mendasar bagi setiap umat manusia. Selain itu, pada bulan lalu Kota Taipei juga menggelar kegiatan bertajuk “Pekan Inovasi Uni Eropa”. Selain menyelenggarakan diskusi mendalam tentang perkembangan inovasi, melalui kegiatan ini juga telah ditandatangai sebuah nota kesepahaman (MoU), terkait akan perkembangan program penyuluhan bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di pasar dunia internasional.
Kepala Negara juga mengucapkan terima kasih atas dukungan akan penandatangan perjanjian investasi bilateral (BIA) antar Taiwan dan Uni Eropa. Beliau juga menekankan bahwa Taiwan akan terus mendukung dan memperkuat pelbagai hubungan kerja sama bilateral, terutama di bidang perindustrian.