(Taiwan/ROC) --- Forum mitra investasi strategis Taiwan ASEAN dan India 2018 yang dinaungi oleh Kementerian Ekonomi (MOE) pada Selasa (17/7) resmi berlangsung. Menteri Ekonomi Kung Ming-hsin (龔明鑫) dalam kata sambutannya mengemukakan bahwa di bawah Kebijakan Baru ke Arah Selatan, jumlah investasi dari para pelaku usaha Taiwan di 18 negara-negara sasaran pada tahun 2017, mendapatkan nilai prospek yang menjanjikan. Angka kenaikan juga terlihat dari nilai investasi yang meningkat di negara sasaran, meliputi Indonesia, Vietnam, Filipina dan 6 negara lainnya. Jumlah investasi diketahui meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Hal ini memperlihatkan nilai kerja sama dan hubungan erat yang telah terjalin.
MOE diketahui telah 3 tahun berturut-turut menggelar forum ini. India pada tahun ini secara perdana turut bergabung dalam forum yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kegiatan ini juga diramaikan oleh perwakilan dari Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand dan Vietnam. Menteri Ekonomi Kung Ming-hsin dalam rapat menekankan bahwa Taiwan menantikan model kerja sama yang baru dan tentunya dapat mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Dilihat dari sektor investasi, Taiwan tengah mendorong hubungan kerja sama yang lebih erat dan kokoh.
Kung Ming-hsin mengatakan, “Pada tahun 2017, nilai investasi para pelaku usaha Taiwan di 18 negara sasaran meningkat 54,51% bila dibandingkan dengan tahun 2016. Sebaliknya jumlah investasi yang ditanam oleh para pelaku usaha negara sasaran di Taiwan, juga mengalami peningkatan sebesar 15,8%. Untuk 5 bulan pertama di tahun 2018, jumlah investasi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Kamboja dan India juga meningkat secara signifikan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini jelas terlihat bahwa di bawah naungan Kebijakan Baru ke Arah Selatan hubungan kerja sama yang terjalin antar Taiwan dengan negara-negara sasaran akan semakin erat. Pelbagai model kerja sama yang baru juga akan semakin tercipta”.
Kung Ming-hsin juga menyebutkan bahwa MOE akan terus fokus pada investasi perdagangan dan kerja sama di sektor perindustrian, guna untuk membantu para pelaku usaha Taiwan dalam menciptakan pelbagai kerja sama yang menjanjikan. MOE juga akan mengorganisir kelompok pengembang kerja sama investasi dan membuka jendela pelayanan di 6 negara sasaran, serta melalui forum yang digelar juga akan dibahas terkait akan prospek kerja sama di bidang industri.
Kung Ming-hsin mengatakan, “Dalam hal kerja sama di sektor industri, Taiwan bersama ASEAN dan India juga telah menggelar sejumlah pertemuan dan forum tingkat tinggi. Dengan demikian dapat mempererat hubungan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak”.
Selain itu, Invest Taiwan yang berada di bawah naungan MOE pada bulan ini secara perdana juga telah resmi berjalan. Badan ini akan berfungsi memberikan penyuluhan dan peninjauan terkait akan program kerja sama dan investasi. Kung Ming-hsin percaya bahwa sistim pengarsipan yang dimulai dari peninjauan-peninjauan dapat memberikan bantuan nyata bagi perkembangan investasi Taiwan dari negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan dan dunia global.