(Taiwan, ROC) -- Perang dagang antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok semakin memanas, Amerika Serikat menerapkan “ pasal 301”, selain 2 gelombang daftar produk yang dikenakan pajak dengan jumlah sebesar USD50 milyar, pihak Amerika Serikat tanggal 11 Juli mengumumkan daftar pajak gelombang ketiga yang cakupannya sebesar USD200 milyar untuk penambahan pajak 10% produk Daratan Tiongkok. Kementerian Ekonomi berhati-hati terhadap perang dagang ini, Menteri Ekonomi, Shen Jong-chin (沈榮津) tanggal 13 pagi ketika diwawancarai menyampaikan, akan mengundang dan melakukan pertukaran pendapat mengenai pengaruhnya dengan instansi-instansi yang ada.
Kali ini Amerika Serikat mengumumkan gelombang ke 3 daftar produk yang dikenakan pajak termasuk didalamnya papan panel, peralatan mesin dan lainya, dikarenakan industry mesin Taiwan memerlukan waktu 10 tahun baru dapat memasuki mega-industri sehingga dikhawatirkan hal ini akan memukulnya kembali pada “bentuk awal”. Mengenai kekhawatiran dunia luar, Shen Jung-chin merespon kalau pada perkiraan awal pengaruhnya tidak terlalu besar. Shen Jung-ching mengatakan, “Untuk bagian ini, kami rasa produk mesin kami kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Daratan Tiongkok, karena kebutuhan pasar sangat besar. Pada bagian ini kalau dilihat dari perkiraan awal berdasarkan data yang diberikan rekan terkait, yang kami ketahui terutama adalah untuk memenuhi kebutuhan interen sehingga pengaruhnya tidak terlalu besar, tetapi nanti sore kami akan mendengar suara dari para produsen.”
Mengenai industri lain yang juga masuk dalam daftar yaitu industri tekstil, Shen Jung-ching mengatakan, kebanyakan industri tekstil Taiwan mengekspor serat, pemintalan, bahan dan kain ke Daratan Tiongkok untuk dibuat menjadi produk yang dijual ke Amerika Serikat, jadi tidak memiliki dampak langsung. Ia menegaskan, perang dagang berubah dengan cepat untuk itu perlu tetap terus mengikuti perubahan, meninjau pengaruh pada industri Taiwan dan melakukan tindakan pencegahan apabila diperlukan.