(Taiwan, ROC) -- Pengusaha duduk berjajar dengan Walikota Taipei, Ko Wen-je sambil mengacungkan jempol dalam acara “Forum Pengusaha Taiwan dalam Kebijakan Baru ke Arah Selatan 2018”. Forum yang tidak saja dihadiri oleh perwakilan Kementerian Ekonomi, pemerintahan kota Taipei, juga ada perwakilan “Asosiasi Kamar Dagang Asia-Taiwan” (Asia Taiwanese Chambers of Commerce/ASTCC) yang beranggotakan 20 ribu perusahaan dari 17 negara. Ketua ASTCC, Jiang Wen-zou menyampaikan, dulu pada masa awal pengusaha Taiwan bertempur sendiri berinvestasi di Asia Tenggara, dengan naungan kebijakan baru ke arah selatan yang dicanangkan pemerintah, melalui wadah yang dibangun pemerintah ini menjadi media sumber daya dan pengenalan situasi investasi di kedua belah pihak sehingga dapat menarik para pelaku usaha atau investor Taiwan untuk memasuki jalur ini.
Jiang Wen-zou mengatakan, “Kami juga membawa pengalaman tempur yang nyata dari pengusaha Taiwan di sana untuk berbagi dalam seminar ini, membangun sebuah platform bagi warga Taiwan yang ini berinvestasi di negara-negara kebijakan baru ke arah selatan, setidaknya mereka tidak perlu menghabiskan waktu sia-sia.”
Sehubungan dengan pemerintah kota Taipei yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan symposium ini untuk itu Walikota Taipei, Ko Wen-je yang hadir memberikan dukungan dengan suara lantang mengajak kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara kebijakan baru ke arah selatan. Ko Wen-je mengunakan contoh kunjungannya ke negara-negara kebijakan baru ke arah selatan pada Maret 2017 lalu, selain pelajar Tionghua Perantau, kunci utama lainnya adalah pengusaha Taiwan yang memasuki Asia Tenggara.
Ko Wen-je mengatakan, “Pengalaman saya sendiri, siang hari susah untuk mengundang politisi asing, malam hari mengundangnya datang ke club, pengusaha Taiwan di club sambil minum baru mulailah untuk membahasnya.”
Ko Wen-je lebih lanjut menjelaskan, pemikiran tata letak kota Taipei di Malaysia, Thailand dan India. Ia beranggapan banyak pelajar Malaysia di Taiwan, untuk itu dunia pendidikan Muslim menjadi titik utama hubungan Taiwan dan Malaysia sedangkan pengusaha Taiwan memiliki kekuatan di Thailand, namun mereka tidak bisa mengabaikan strategi perdagangan selatan yang diterapkan berbagai negara international. Pemerintah kota Taipei telah secara khusus merencanakan peraturan magang dan melatih tenaga kerja potensial untuk memasuki pasar ini.
Ko Wen-je mengatakan, “Pada prinsipnya adalah bekerja di perusahaan Taiwan selama 2 tahun, hanya menerima lulusan Strata 2, setelah lulus dan pulang ke Malaysia, India dapat bekerja di perusahaan Taiwan, dengan demikian baru memilik tenaga kerja.”Ko Wen-je beranggapan, fungsi dari pemerintah adalah membangun wadah yang membantu menyelesaikan masalah-masalah pengusaha Taiwan. Wakil Divisi Investasi, Kementerian Ekonomi, Chen Hsiu-quan juga memiliki prinsip yang sama dengan Ko Wen-je, ia menegaskan, pemerintah telah membuka jendela investasi, menyediakan layanan konsultasi dan peluang bisnis bagi pengusaha Taiwan di negara-negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan.