(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan Taiwan yang diterpa oleh badai taifun, maka untuk badai taifun Maria kali ini, terlihat sikap antisipasi yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah yang ada di Kota Taipei, Kota New Taipei dan Kota Keelung berbeda satu sama lainnya. Jika melihat alasan yang dipergunakan sebagai rujukan apakah akan diberlakukan libur atau tidak, tentu setiap pemerintah daerah memiliki alasan yang tampaknya cukup masih akal dan terlihat logis. Namun dari ketidakseragaman sikap yang diambil oleh pemerintah daerah tersebut, telah menuai protes besar dari masyarakat umum, sehingga hal tersebut kini telah menjadi bahan pembicaraan masyarakat luas, yakni siapakah instansi yang memiliki kewenangan dalam menentukan keputusan akhir berkenaan dengan libur di waktu bencana datang menyerang.
Anggota Legislator dari partai KMT yang sempat menjabat sebagai salah satu kepala pemerintah daerah, John Wu berpendapat bahwa partai DPP kerap memasukkan pertimbangan politis dalam hal ini, sehingga John Wu menyarankan jika keputusan sebaiknya disatukan dan merupakan tugas dari pemerintah pusat, namun tetap memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk melakukan penyesesuaian kebijakan akhir yang diambil dengan menyesuaikan kondisi masing-masing tempat. Karena setiap kepala pemerintah daerah tentu akan memasukkan pertimbangan politis ke dalam kebijaksaan yang akan diambil, untuk itu, hal ini sedapat mungkin menjadi tugas dari pemerintah pusat. Dari pengalaman kali ini, dapat dilihat jika jumlah curah hujan yang turun di kawasan Taipei dan Keelung belum mencapai pada titik maksimum penerapan hari libur bagi masyarakat, sementara untuk kawasan di kota New Taipei, telah terdapat beberapa lokasi yang memiliki curah hujan mencapai tahap yang mengkhawatirkan, karena berkemungkinan akan menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor, sehingga pemerintah kota New Taipei memberlakukan hari libur baik bagi pelajar ataupun pekerja yang termasuk dalam kawasan di New Taipei.