(Taiwan, ROC) -- Dari 4 orang yang ada di dunia satu orangnya adalah umat Muslim, hal ini menunjukkan besarnya pasar Muslim. Sekretaris Jenderal Perdagangan Luar Negeri Taiwan (TAITRA) Walter Yeh tanggal 10 Juli ketika menerima wawancara khusus dari Radio Taiwan Internasional menegaskan, ingin memasuki pangsa pasar Halal harus terlebih dulu memahami kebutuhan dan kebiasaan kaum Muslim seperti produk, makanan, kosmetik dan lain sebagainya semua harus memenuhi cakupan persyaratan Halal, selanjutnya baru mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat Halal.
Walter Yeh menyampaikan, setelah April tahun lalu Pusat Sertifikasi Halal didirikan, TAITRA secara aktif membina industri Taiwan untuk mendapatkan sertifikat Halal, hingga saat ini sudah lebih dari 850 industri, rumah makan dan penginapan yang mendapatkan sertifikat ini, TAITRA menargetkan hingga akhir tahun ini dapat menembus angka 1000. Untuk bagian ekspor, TAITRA juga dengan agresif memasuki pasar Malaysia, India, Indonesia dan pasar Halal lainnya serta berupaya agar dapat menjadi negara dengan jumlah wisatawan Muslim yang besar seperti Singapura dan Jepang. Sekarang ini di Malaysia telah menjual produk Halal Taiwan, TAITRA juga tengah memperjuangkan pasar Halal dari Olimpiade Tokyo, Jepang.
Selain perdagangan luar negeri, Walter Yeh menekankan, membangun lingkungan ramah bagi umat Muslim juga merupakan hal yang penting, sebelumnya pebisnis dan wisatawan Muslim yang datang ke Taiwan merasa tidak nyaman namun setelah upaya keras setahun lebih Taiwan telah berhasil menciptakan lingkungan ramah bagi umat Muslim yang mendapatkan keyakinan dari dunia internasional.
Walter Yeh mengatakan, “Dalam Global Muslim Travel Index(GMTI)2018 dari MasterCard and CrescentRating, Taiwan menempati urutan ke 5 dari negara non-Mulsim, naik 2 tingkatan dari sebelumnya berada di urutan ke 7, dapat terlihat hasil yang dicapai. Apabila Taiwan ingin mendapatkan semakin banyak perusahaan maupun wisatawan, maka harus meningkatkan lingkungan ramah Muslim terutama di bagian tengah dan selatan Taiwan, kami akan berupaya sekuat tenaga untuk bersama-sama mengusahakan kerja sama dengan pemerintah setempat.”
Walter Yeh menyampaikan, sebelumnya instansi sertifikasi halal dalam negeri sangat sedikit sehingga sulit memenuhi kebutuhan industri namun sekarang terus mendirikan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pengusaha yang membutuhkan. Terkait dengan adanya pengusaha yang beranggapan untuk mendapatkan sertifikat Halal harus melalui prosedur yang sulit, manfaat setelah medapatkan sertifikat ini juga tidak terlalu banyak, Walter Yeh mengatakan, ini adalah peraturan dari masing-masing instansi sertifikasi, apabila pengusaha ingin memasuki pasar Halal tertentu maka ia harus mematuhi peraturan setempat.