(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan maraknya berbagai tindakan kekerasan berskala besar yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat belakangan ini, kembali menuai berbagai pendapat pro dan kontra berkenaan dengan perlu atau tidaknya pelaksanaan hukuman mati. Sekretaris Jendral Chen Ju pada hari Sabtu tanggal 7 Juli saat menerima wawancara menyampaikan bahwa perlu tidaknya pelaksanaan hukuman mati harus mendapatkan kesepahaman sosial tingkat tinggi terlebih dahulu, namun ia percaya jika Kementrian Kehakiman bukannya tidak ingin memberlakukan hukuman mati, namun lebih bersikap berhati-hati dalam menjatuhkan hukuman mati tersebut.
Belakangan ini di Taiwan terjadi kasus pembunuhan anak kecil, dimana pelakunya dikenakan hukuman seumur hidup. Sementara itu juga terjadi beberapa kasus pembunuhan disertai pemotongan mayat, sehingga publik kembali muncul suara pro dan kontra terkait perlu tidaknya menghapuskan hukuman mati.
Pihak media yang mewawancarai Sekretaris Jendral Istana Kepresidenan Chen Ju bertanya mengenai pendapatnya sehubungan dengan selama 2 tahun belakangan lebih ini, Taiwan tidak melaksanakan hukuman mati, apakah hal tersebut merupakan hal yang bijak? Chen Ju menjelaskan perlu tidaknya melaksanakan hukuman mati, tentu harus mendapatkan kesepahaman tingkat tinggi dari sosial masyarakat. Berkenaan dengan kasus pelaksanaan hukuman mati yang dilakukan di Jepang belakangan ini, disebutkannya juga baru dilakukan setelah selang 20 tahun lamanya. Chen Ju menyebutkan jika pihak Kementrian Kehakiman bukannya tidak ingin melaksanakan hukuman mati, namun bersikap lebih berhati-hati dalam menjatuhkan hukuman mati kepada setiap pelaku kejahatan. Ia yakin dan percaya bahwa nyawa manusia hanya sekali saja, namun kembali lagi, ia mempercayai jika Kementrian Kehakiman mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.