History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perang Dagang Amerika-Daratan Tiongkok Dimulai

  • 06 July, 2018
  • Editor
Perang Dagang Amerika-Daratan Tiongkok Dimulai
Perang Dagang Amerika-Daratan Tiongkok Dimulai

        (Taiwan, ROC) – Baik pihak Amerika maupun Daratan Tiongkok, keduanya pada waktu yang bersamaan, yakni hari Jumat tanggal 6 Juli mulai menarik pajak produk, yang menunjukkan perang dagang telah dimulai. Pakar ahli mengetengahkan, pihak Amerika Serikat mengusung program pemungutan pajak dengan total angka mencapai US$ 34 milyar, dengan mencakupi 301 jenis produk. Pemungutan pajak tambahan kali ini tidak akan berimbas besar untuk Taiwan, namun yang harus benar-benar diantisipasi adalah pemungutan pajak tambahan gelombang ke dua, yang akan langsung berimbas kepada perindustrian semikonduktor, dan kelak pihak Amerika Serikat juga berkemungkinan untuk menambah pemungutan pajak total senilai US$ 200 milyar, dimana hal ini tentu akan memberikan dampak langsung terhadap pabrik produksi Taiwan yang ada di Daratan Tiongkok, misalnya produk komputer, telepon seluler dan sebagainya. Selain itu, pihak Daratan Tiongkok juga berkemungkinan melakukan serangan balasan dengan memboikot seluruh produk elektronik keperluan sehari-hari masyarakat, sebagai bagian dari balas dendam atas sikap yang diambil oleh Amerika. Perang dagang yang terjadi, tentu akan memberikan pengaruh kepada Taiwan selaku bagian dari mata rantai pemasok kebutuhan.

        Perang dagang Amerika-Daratan Tiongkok dimulai per tanggal 6 Juli, dari pihak Amerika akan segera memberlakukan peraturan pemungutan pajak tambahan sebesar 25% terhadap 301 jenis produk yang berasal dari Daratan Tiongkok. untuk serangan pertama ini, diprediksi akan mencapai nilai US$ 34 milyar. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, pihak Daratan Tiongkok juga segera melakukan serangan balasan dengan bentuk penarikan pajak tambahan untuk produk pertanian asal Amerika. Kementrian Ekonomi atau MOEA sebelumnya menganalisa bahwa untuk tahap awal, jenis produk yang akan dikenakan pajak tambahan oleh Amerika antara lain produk kimia, peralatan medis dan kedokteran, suku cadang mobil dan instrument optik. Produk-produk demikian merupakan produk yang dibutuhkan oleh Daratan Tiongkok, sehingga tidak akan memberikan pengaruh apapun terhadap Taiwan.

        Wakil Ketua Pelaksana Pusat WTO dan RTA Academia Sinica, Dr. Roy Chun, menjelaskan bahwa penarkan pajak tambahan gelombang tambahan masih tidak akan mempengaruhi Taiwan, namun yang menjadi kunci permasalahan adalah rangkaian sirkuit terpadu juga masuk ke dalam daftar gelombang ke dua, dimana angka ini mampu mencapai US$ 200 milyar.

Dr. Roy Chun mengatakan,  “Angka senilai US$ 200 milyar ini dikhawatirkan akan mempengaruhi porsi tidak sedikit terhadap produk penting Taiwan, dimana produk ini diproduksi di Daratan Tiongkok, misalnya komputer atau manufaktur telepon seluler.”

        Dr. Roy Chun menjelaskan sekalipun pihak Daratan Tiongkok menegaskan akan melakukan balas dendam, namun selama satu tahun terakhir ini, pihak mereka juga selalu bersikap ramah dan bersahabat. Untuk itu masih perlu mengamati perkembangan yang ada, jika efek dari perang dagang terus meluas, mungkin saja akan bersinggungan langsung dengan pabrik milik pengusaha Taiwan yang berada di Daratan Tiongkok, mempengaruhi GDP. Selain itu, juga harus bisa mengantisipasi kemungkinan strategi perang dagang yang akan diambil oleh Daratan Tiongkok, misalnya pemboikotan produk elektronik, seperti komputer iMac, HP iPhone, dimana jika produk ini turut menjadi anak catur yang dimainkan oleh Daratan Tiongkok, maka Taiwan adalah salah satu dari mata rantai pabrik rakit dan penyedia bahan yang dibutuhkan oleh produk elektronik tersebut.

        Kepala Institut Riset Taiwan atau TRI, Wu Tsai-yi menjelaskan bahwa perang dagang yang berkepanjangan hanya akan memenghasilkan permasalahan, selain itu juga memberikan pengaruh kepada dunia internasional. Taiwan yang mengandalkan hasil ekspor, tentu juga akan terkena dampaknya. Ia mengimbau agar para pelaku usaha dapat senantiasa mempersiapkan diri, misalnya membagi tujuan ekspor ke berbagai negara yang berbeda.

Komentar

Terbarumore