(Taiwan, ROC) - Dikirim kembalinya batang bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke 4 oleh perusahaan Taipower ke Amerika Serikat dilaksanakan berdasarkan revisi undang-undang hasil resolusi Yuan Legislatif, juga merupakan upaya memaksimalkan aset Taipower.
Demikian diungkapkan Taipower pada hari Kamis, 5 Juli, merespon laporan media mengenai delapan kendaraan kargo yang ditemukan mengantar batang-batang bahan bakar nuklir tersebut ke Pelabuhan Keelung sehari sebelumnya.
Juru bicara Taipower Hsu Tsao-hua (徐造華) mengemukakan, berdasarkan amandemen undang-undang perusahaan listrik yang diluluskan Yuan Legislatif, ditetapkan target membangun Taiwan menjadi negara non-nuklir, menghentikan pengoperasian PLTN 1, PLTN 2 dan PLTN 3 sebelum 2025, dan menghentikan pembangunan PLTN 4.
Untuk itu, lanjut Hsu, mengirim kembali batang bahan bakar nuklir ke tempat pembeliannya yaitu Amerika Serikat dilaksanakan berdasarkan hukum, dan merupakan upaya menghemat pengeluaran pemeliharaan batang bahan bakar sebesar NT$140 juta per tahun, juga berfungsi memaksimalkan aset Taipower.
Hsu Tsao-hua mengatakan, “Kalau disimpan di Taiwan, batang bahan bakar ini tidak hanya tidak bisa dipakai, kita juga harus menggunakan dana sebesar NT$140 juta per tahun untuk pemeliharaannya. Daripada begini, lebih baik kita kirim kembali. Kalau bisa dijual, berarti ada nilai daur ulang, setiap tahun bisa hemat NT$140 juta. Sama halnya dengan barang di rumah yang tidak pernah kita pakai, selain butuh tempat simpanan, kita mungkin harus merawatnya, jadi lebih baik dijual.”
Perihal keputusan Taipower ini, Dewan Energi Atom (AEC) menegaskan sepenuhnya menghormati.
Kepala Departemen Manajemen Bahan Radioaktif AEC Liu Wen-chung (劉文忠) mengatakan, “Pengiriman kembali ke perusahaan penjual untuk memaksimalkan aset ditangani oleh Kementrian Ekonomi dan Taipower. Kami menghormati keputusan mereka.”
Mengenai biaya tambahan yang harus dibayar andaikata pembangunan PLTN ke 4 kembali diizinkan melalui penyelenggaraan referendum di masa depan, AEC dan Taipower menekankan, segalanya dilaksanakan berdasarkan undang-undang, maka tidak bersedia mengomentari pertanyaan hipopetis.