(Taiwan, ROC) – Guna mewujudkan lingkungan tinggal bebas nuklir, Taiwan dipastikan harus berpisah dengan pabrik pembangkit listrik tenaga nuklir nomor empat. Ada media yang sempat mengambil foto, dimana pabrik PLTN nomor 4 terlihat segera memindahkan suku cadang PLTN nomor 4 dari kawasan pabriknya pada hari Rabu tanggal 4 Juli dinihari, dan barang kini telah tiba di pelabuhan siap untuk dikembalikan ke Amerika. Namun untuk hal ini, pihak Taipower dan Dewan Energi Atom atau AEC sama sekali tidak ingin memberikan pernyataan apapun.
Kepala Departemen Pengelolaan Bahan Radioaktivitas AEC, Liu Wen-chung menjelaskan bahwa bahan bakar nuklir dikategorikan masuk dalam benda bidang perlindungan internasional, agar tidak jatuh hingga ke kaum teroris. Merujuk kepada peraturan “Keamanan Atom” yang dikeluarkan dari Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA, disebutkan bahwa jalur, cara dan waktu pengiriman bahan bakar atom harus dirahasiakan. Jika melanggar, maka selain akan diberikan peringatan diplomatik dari masyarakat internasional, juga telah melanggar peraturan “Kerahasiaan Negara” dalam negeri, bagi yang membocorkan rahasia informasi, maka akan menghadapi denda pidana maksimal 7 tahun, bagi yang menyelidiki kerahasiaan informasi tersebut akan menghadapi denda pidana maksimal 5 tahun.
Liu Wen-cheng mengatakan, “Ada sebagian kaum teroris atau organisasi yang tertarik dengan hal tersebut, sehingga dikhawatirkan adanya tindakan yang merugikan negara, terlebih-lebih negara luar di kawasan barat yang sangat memperhatikan masalah keamanan. Oleh karena itu, kami mematuhi peraturan internasional yang diberlakukan dalam menyikapi masalah pengiriman bahan bakar PLTN tersebut.”
Pihak Taipower juga tidak memberikan pendapat terhadap pertanyaan media. Juru Bicara Taipower Hsu Tsao-hua menyebutkan jika dalam peraturan perindustrian listrik, jelas telah disebutkan untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bebas nuklir, dimana PLTN nomor 4 tidak akan dimulai dan dioperasikan. Untuk bisa mendapatkan nilai tertinggi dari setiap sumber daya yang ada, serta mengurangi biaya perawatan, maka Taipower berpendapat dengan mengirimkan bahan bakar nuklir ke luar negeri, akan bisa memberikan nilai yang sesungguhnya, dan juga merupakan cara yang terbaik.
Jumlah total batang penyulut bahan bakar PLTN yang dimiliki oleh PLTN nomor 4 adalah sebanyak 1.744 buah, diprogramkan di kedepannya total pengembalian terbagi menjadi 8 kali dalam kurun waktu 3 tahun, dan diperkirakan pada akhir tahun 2020, semua batang penyulut bahan bakar PLTN nomor 4 telah dikirimkan ke luar Taiwan.