History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jian Li-feng: Masyarakat Taiwan Tidak Mengetahui Keunggulan Yang Dimilikinya

  • 04 July, 2018
  • Editor
Jian Li-feng: Masyarakat Taiwan Tidak Mengetahui Keunggulan Yang Dimilikinya
Jian Li-feng: Masyarakat Taiwan Tidak Mengetahui Keunggulan Yang Dimilikinya

        (Taiwan, ROC) – Guna mewujudkan Program Intelegensi Artifisial Google Taiwan, yang telah mulai diluncurkan pada bulan Maret lalu, Perusahaan Google pada hari Rabu tanggal 4 Juli mengumumkan peresmian “AI Boot Camp”. General Manager Google Jian Li-feng saat diwawancara menyebutkan bahwa dari hasil perekrutan dan program pelatihan pendidikan SDM, melebihi dari yang diprediksi sebelumnya. Ia mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman yang dimilikinya, Jiang menegaskan kembali jika insinyur Taiwan memiliki kemampuan yang melebihi batas standarnisasi kemampuan insinyur di negara lain di dunia, hanya saja masyarakat Taiwan kerap tidak mengetahui keunggulan yang dimilikinya.

        Pada bulan Maret tahun ini, Perusahaan Google meluncurkan “Program Intelegensi Artifisial Google Taiwan”, dimana menargetkan untuk mampu membina 5 ribu tenaga ahli bidang AI dalam waktu satu tahun, serta melakukan perekrutan yang berskala lebih besar dari sebelumnya. Diperkirakan tahun ini Google akan mampu merekrut lebih dari 300 karyawan.

        Jian Li-feng memaparkan jika dirinya menemukan banyaknya pelajar jurusan teknik motor lulusan Taiwan yang juga mampu menulis program komputer, sehingga perekrutan yang digelar di Taiwan telah melebihi apa yang diperkirakan sebelumnya. Namun tentu saja dirinya juga menyarankan SDM di Taiwan untuk bisa menggunakan peluang teknologi AI dan memperkuat kemampuan baik di bidang peranti lunak maupun keras.

        Jian Li-feng mengatakan, “Di waktu dulu, jumlah SDM bidang peranti lunak lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah SDM bidang peranti keras. Ini adalah kekurangan yang dapat kita pelajari dari masa lalu, dimana jika Anda memiliki keunggulan dalam bidang peranti keras atau dalam bidang peranti lunak, dan jika bisa memadukannya bersama, terbukalah peluang besar bidang teknologi AI.”

        “AI Boot Camp” kelak akan mengundang pakar ahli AI dari Inggris, Amerika dan lainnya. Kementrian Teknologi juga telah merancang 4 universitas sebagai pusat pelatihan dan riset “AI Boot Camp” tersebut, antara lain National Taiwan University, National Tsing Hua University, National Chiao Tung University dan National Cheng Kung University. Adapun materi pendidikan yang ditawarkan meliputi pemrosesan bahasa alami, pendayagunaan dan pendalaman tomografi terkomputasi dan sebagainya, yang difungsikan untuk mendorong pembangunan dan pelatihan SDM bidang AI.

Komentar

Terbarumore