(Taiwan/ROC) --- Lembaga penelitian ekonomi Republik Tiongkok (CIER) pada Selasa (3/7) mengumumkan hasil Purchasing Manager's Index 2018 Taiwan untuk semester pertama di tahun 2018. Untuk sektor manufaktur dan non manufaktur meningkat, jika dibandingkan dengan paruh kedua tahun 2017 lalu. Diperkirakan angka ini akan semakin membaik di semester kedua tahun 2018. Terkait dengan perang perdagangan yang terjadi antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok, 50% pengusaha manufaktur dan 30% pengusaha non-manufaktur mengaku akan terkena imbasnya.
CIER sejak tahun 2013 melakukan survei Purchasing Manager's Index 2018 Taiwan. Survei dilaksanakan secara berkala 6 bulan sekali. Untuk semester pertama tahun 2018, memperlihatkan kepercayaan dari para produsen akan kemajuan perekonomian saat ini. Angka ini menunjukkan perbaikan, jika dibandingkan dengan semester kedua tahun 2017. Untuk semester dua tahun 2018, para produsen manufaktur dan non-manufaktur berharap dapat meningkatkan kemampuan produksi, margin laba dan jumlah pekerja.
Terkait dengan perang perdagangan yang terjadi antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok, 50% produsen manufaktur dan 30% produsen non-manufaktur memperkirakan akan terkena dampaknya. Produsen manufaktur memperkirakan dampak terbesar akan terjadi pada kenaikan harga bahan baku, diikuti oleh kebijakan penyesuaian pengadaan barang dan berkurangnya pelanggan serta pesanan. Sedangkan produsen non-manufaktur merasa, dampak terbesar akan terjadi pada berkurangnya pelanggan dan pesanan, kemudian diikuti oleh kenaikan harga barang dan yang terakhir adalah kebijakan penyesuaian pengadaan barang.
Ketua CIER Wu Chung-shu (吳中書) menganalisa bahwa perang perdagangan yang tengah terjadi, mendatangkan dampak yang minim bagi perekonomian Taiwan. Ia menambahkan hal ini malah dapat memberikan nilai tambah bagi Taiwan. Tetapi hal ini akan memberikan dampak negatif, jika perang perdagangan menyebar lebih luas.
Wu Chung-shu mengatakan, “Tetapi yang kami cemaskan adalah jika perang perdagangan antar setiap negara meningkat secara substansial, yang mana akan menyebabkan menurunnya volume perdagangan global. Hal ini akan sangat berpengaruh dan langsung memukul berat daya ekspor kita”.
Namun Wu Chung-shu melanjutkan bahwa kuartal ketiga setiap tahunnya merupakan masa musim produksi. Produksi di sektor elektroni, mesin industri dan media informasi terpantau stabil. Produsen juga mengharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor impor pada semester yang tersisa.