(Taiwan/ROC) --- Suhu udara di Taiwan pada tahun ini terpantau stabil. Hasil panen produk pertanian, seperti pisang dan nanas terpantau melimpah. Berdasarkan perkiraan dari Dinas Pertanian dan Makanan (AFA), jumlah buah nanas yang dapat dipanen pada tahun ini mencapai 580 ribu ton. Hingga akhir Bulan Juni, jumlah ekspor panen buah berkualitas tinggi telah mencapai 30 ribu ton. Jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya berjumlah 27 ribu ton, maka pada tahun ini meningkat sebanyak 30%.
Lin Tsung-hsien (林聰賢) yang merupakan Ketua Dewan Pertanian (COA) pada Senin (2/7) mengemukakan bahwa musim panen nanas hampir selesai, kini hanya tersisa waktu kurang lebih 2 minggu. Dikarenakan curah hujan akhir ini meningkat, maka kadar air dalam buah juga akan bertambah. COA menambahkan akan segera melakukan pemantauan terkait.
Bupati Taitung Huang Chien-ting (黃健庭) kini tengah menghadiri Forum Lintas Selat di Fujian, Daratan Tiongkok. Huang Chien-ting diketahui juga menggunakan peluang ini untuk mempromosikan buah nanas Taitung disana dan berhasil menjual 500 ton kepada Sekretaris Komite Provinsi Fujian, Yu Wei-guo (于偉國). Lin Tsung-hsien mengemukakan bahwa pemerintah daerah bersama dengan Dewan Pertanian menggunakan berbagai kesempatan untuk mempromosikan dan menjual produk daerah.
Lin Tsung-hsien mengatakan, “Pertama, harus mendapatkan pesanan. Kami akan sepenuhnya memberikan dukungan. Target di pasar memiliki spesifikasi yang berbeda. Bupati Huang Chien-ting bersama dengan petani Taitung mempromosikan hasil panen. Setiap pemerintah daerah memiliki program berkelanjutan serupa. Kami akan mendukung penuh”.
Lin Tsung-hsien ketika ditanya juga mengemukakan bahwa setiap tahunnya produk pertanian Taiwan akan menghadapi masalah penyesuaian jumlah produksi dan penjualan. Seperti halnya, dengan produk bawang Pingtung yang baru-baru ini mencuat. Setelah proses inventarisasi yang dilakukan COA, ditemukan penyebab utama, yakni kurangnya proses pendinginan. Oleh karena itu, COA berencana akan membangun 3 pusat logistik dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ini. Biaya yang dianggarkan diperkirakan akan mencapai NT$ 1 miliar. Dengan adanya pusat logistik tersebut, diperkirakan dapat menyimpan sekitar 22 ribu ton hasil panen. Angka ini setara dengan jumlah konsumsi 10 hari untuk kawasan Kota Taipei dan Kota New Taipei. Selain itu, menyikapi target ekspor yang berbeda, maka akan diberlakukan beberapa pembatasan. COA akan menetapkan zona khusus, sehingga para petani dapat berdasar pada spesifikasi produksi dan ekspor, dalam mencukupi permintaan pasar luar negeri.