(Taiwan, ROC) Untuk pertama kalinya, Ari Bayuaji, seniman kelahiran Indonesia yang tinggal dan berkiprah di Kanada sejak tahun 2005, diundang tinggal selama 1 bulan dan berkreasi di Taiwan. Kolaborasi ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah dunia seni kontemporer di Taiwan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan langsung dari Kementrian Kebudayaan (MOC) Taiwan, Canadian Trade Office in Taipei, dan Conseil des Arts et des lettres du Quebec. Pameran bertajuk “Island of Paradise” secara resmi terbuka untuk umum mulai tanggal 1 Juli hingga 11 Agustus di Nunu Fine Art Gallery, Taipei.
Menurut Ari, semua hal yang terjadi dalam lingkungan kehidupan di dunia menunjukkan korelatif manusia dengan alam semesta, yang akan selalu berkelanjutan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Dalam karya seni yang ditampilkan oleh Ari, banyak menggunakan ragam elemen material yang berbeda, yang dipadukan menjadi satu dalam sebuah karya. Misalnya paduan lonceng kuno pemberian buyutnya, yang dulu ditemukan saat menggali sawah dan biasanya dianggap sebagai jimat oleh masyarakat traditional kuno saat itu, dengan hasil dekonstruksi ‘sampah’ produk manusia modern yakni plastik atau tali jala ikan yang dipungut di pesisir pantai pulau Bali. Semua bahan material yang dipadukan memberikan nuansa yang sangat kontras satu sama lainnya.
Selama masa tinggal 1 bulan di Taiwan, setiap hal dan objek yang ditemukan menjadi sumber inspirasi seni yang kemudian dituangkan dalam semua karya yang dipamerkan kali ini, dimana bahan-bahan material yang didapati di Taiwan, juga beradu pula dengan ragam material koleksi pribadi Ari dari berbagai negara.
Salah satu karya yang terlihat berupa tetesan tinta hitam besar bertajuk “Remembrance of Chinese Opera”, bersulamkan ragam batu hias yang diperoleh di Jade Market Taipei, dengan ujung uraian benang jala ikan berwarna yang dibiarkan tergelontor panjang, bagaikan sebuah panggung Chinese Opera Taipei yang ia tonton, panggung yang senantiasa gelap hitam namun penuh dengan ragam warna pakaian para pemain opera yang tampil dengan gerakan dinamis dan gempita.
Ari berharap dengan seni, maka nilai dari material yang sempat terpuruk karena kemajuan jaman dapat terangkat kembali. Taiwan yang memiliki banyak material bernilai seni tinggi, adalah pulau firdaus yang dimaksudnya sesuai dengan tema “Island of Paradise”.