History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Laporan Perdagangan Manusia AS Taiwan 9 Tahun Berturut Masuk Kategori Terbaik

  • 29 June, 2018
  • Editor
Laporan Perdagangan Manusia AS  Taiwan 9 Tahun Berturut Masuk Kategori Terbaik
Ivanka Trump)

(Taiwan, ROC) Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tanggal 28 Juni mengumumkan laporan tahunan terkait perdagangan manusia yang mana Taiwan memasuki tahun ke 9 masuk dalam daftar negara kelas terbaik, namun dalam laporan juga menyarankan Taiwan seharusnya memperkuat perlindungan bagi nelayan asing dan memasukkan ke dalam peraturan ketenagakerjaan.

Kemenlu AS tanggal 28 Juni mengumumkan “Laporan Perdagangan Manusia 2018” yang disampaikan bersama oleh Menlu AS-Mike Pompeo dan Putri Presiden Donald Trump – Ivanka Trump.

Pada bagian Taiwan, laporan menjelaskan Taiwan sekali lagi berhasil memenuhi standard terendah penghapusan perdagangan manusia, dengan serius menanggani dan terus mencanangkan kebijakan terkait, kasus pengajuan tuntutan terhadap perdagangan manusia bertambah banyak, pemberian bantuan pada korban juga bertambah, untuk itu tahun ini masih diurutkan pada tingkatan pertama. Sejak tahun 2010 selama 9 tahun berturut-turut Taiwan masuk dalam kategori tingkatan pertama.

Namun dalam laporan juga memberikan saran memperkuat peraturan terkait kasus penyiksaan anak buah kapal asing di kapal Taiwan, perlakuan adil bagi penjaga pasien tenaga kerja asing serta eksploitasi seksual anak-anak.  

Dalam laporan menyarankan, seharusnya Taiwan meningkatkan tuntutan pada kasus perdagangan manusia berantai, memberikan sanksi berat; seharusnya lebih agresif melakukan pemeriksaan pada kasus penyiksaan tenaga kerja asing di kapal Taiwan, dengan jelas menentukan mekanisme dan pertanggung jawaban pada kapal nelayan Taiwan; merevisi dan memasukan dalam peraturan ketenagakerjaan dasar untuk memberikan jaminan hak bagi tenaga kerja asing perawat maupun rumah tangga.

Dalam laporan mengemukakan, selama 5 tahun terakhir, Taiwan menjadi tujuan pengiriman perdagangan sek dan kerja paksa, dengan kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak. Bersamaan dengan hal itu juga meningkatnya jumlah korban maupun pengguna narkoba.

Korban perdagangan manusia di Taiwan kebanyakan adalah tenaga kerja asing berasal Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam, sebagian berasal dari Daratan Tiongkok dan Kamboja. Saat ini jumlah tenaga kerja asing di Taiwan mencapai 675 ribu orang, eksploitasi yang terjadi dari kebanyakan mereka adalah  dikenakan biaya agensi yang tinggi yang mengakibatkan rendahnya upah, waktu kerja yang panjang, penyiksaan, kondisi kehidupan yang buruk.

Dalam laporan memperlihatkan, Daratan Tiongkok dan Myanmar, Iran, Korea Utara, Siria dan Rusia masuk dalam kategori tingkat 3 yang merupakan tingkatan terendah, Daratan Tiongkok sendiri tahun ini merupakan tahun kedua berada di kategori terendah.

Komentar

Terbarumore