(Taiwan, ROC) - Kementrian Luar Negeri (MOFA) mengecam protes kedutaan besar Daratan Tiongkok bahwa Nikkei Shimbun Jepang menggagaskan “kemerdekaan Taiwan” dengan memuat hasil wawancara dengan Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu (吳釗燮), dan melukiskan protes tersebut sebagai ancaman serius terhadap nilai kebebasan dan demokrasi.
Protes Beijing terhadap laporan berita dari Nikkei Shimbun mencerminkan pilihan dan langkah tepat yang diambil Taiwan, dan MOFA menyerukan negara yang mentaati ideologi serupa dengan Taiwan untuk sama-sama mencegah ancaman tersebut.
Juru bicara MOFA Andrew Lee (李憲章) mengatakan, “Menurut saya hal ini sangat luar biasa, dan telah dengan serius mengancam keindependenan dan kebebasan pers. Tindakan ini adalah pelanggaran terhadap nilai yang ditaati suatu negara demokratis, kebiasaan laporan pers internasional, dan juga konsep kemandirian, kebebasan dan keterbukaan pers global.”
Lee menerangkan, Daratan Tiongkok mengadopsi sistem kediktatoran, tidak hanya tidak bisa mentoleransi kebebasan pers dalam negeri, juga berusaha mengintervensi kebebasan berbicara masyarakat Taiwan dan Jepang melalui koneksi dengan prinsip “satu Tiongkok” yang ditaatinya.
Hal ini, tegas Lee, sama sekali tidak bisa diterima Taiwan.