(Taiwan, ROC) Vatikan dan Daratan Tiongkok telah membuka forum pembicaraan baru mengenai pengangkatan uskup sehingga hal ini menarik perhatian. Presiden Tsai Ing-wen tanggal 25 Juni malam ketika menerima wawancara mengenai hal ini menyampaikan, pemerintah Taiwan melihat hal ini dengan kepala dingin dan rasional, ia yakin negara-negara lainnya juga seperti Taiwan, tenggah mengamati hal ini, Daratan Tiongkok seharusnya menunjukkan sikapnya terhadap kebebasan beragama pada komunitas internasional.
Presiden Tsai Ing-wen tanggal 25 Juni menerima wawancara dari AFP (L'Agence France-Presse) dan pada malam hari yang sama mengumumkan isi dari wawancara tersebut. Dalam wawancara presiden ditanyakan pandangan terhadap hubungan dan pembicaraan antara Daratan Tiongkok dan Vatikan yang berlangsung beberapa hari lalu, apakah merasa takut?
Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, “Sebenarnya kami bersikap tenang dan rasional melihat masalah ini”dan akan memperhatikan apa yang mereka berdua pedulikan selama pembicaraan, ia yakin kebanyakan negara lainnya juga sama seperti Taiwan, mengamati perlindungan kebebasan beragama di Daratan Tiongkok dan sampai seberapa jauh Daratan Tiongkok menghormati dan memberikan kesempatan penyebaran agama, ia beranggapan bahwa Daratan Tiongkok harus menunjukkan sikapnya terhadap kebebasan beragama.
Mengenai hubungan 3 pihak Taiwan, Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, ketika ditanyakan mengenai bagaimana menjaga keakraban hubungan dengan Washington, apakah keuntungan yang didapatkan lebih besar dari penanggulanan Beijing? Presiden Tsai menyampaikan, persahabatan Taiwan bersama Amerika Serikat dan negara-negara yang memiliki pandangan serupa terbentuk atas dasar demokrasi, kebebasan dan nilai hak asasi manusia, apabila Daratan Tiongkok bersedia mengembangkan nilai-nilai bersama dengan Taiwan maka Taiwan akan menyambutnya dengan senang hati tetapi jika malah memperjauh jarak antara Taiwan dengan sahabat-sahabat baiknya maka ini merupakan hal yang tidak logis.
Mengenai kebijakan Daratan Tiongkok “satu sabuk satu jalan” apakah akan memberikan pengaruh? Presiden Tsai beranggapan baik atau tidaknya harus melihat Daratan Tiongkok. Ia juga menegaskan apabila “satu sabuk satu jalan” adalah untuk membantu landasan dasar infrakstruktur dan perkembangan negara-negala lain, diyakini negara-negara ini akan merasakan hal positif; namun di belakangnya Daratan Tiongkok menyimpan rencana tujuannya sendiri termasuk politik dalam negerinya atau strategi menghadapi negara-negara ini yang belum tentu negara lain bersedia. Presiden mengemukakan, sekarang ini “satu sabuk satu jalan” baru memasuki tahap perkembangan awal tetapi sudah banyak negara yang merasa khawatir, sampai tahap tertentu mungkin akan meragukan tujuan dari Daratan Tiongkok.