(Taiwan, ROC) Transparency International(TI) Taiwan pada hari Senin ini tanggal 25 Juni 2018 menggelar “Konferensi Regional Asia-Pasifik tentang Integritas dan Pertemuan Tahunan Organisasi Transparansi” berlangsung selama 4 hari, Perdana Menteri Lai Ching-de pada hari ini memberikan sambutan dan menyampaikan, ini meruapkan pertama kalinya Taiwan menyelenggarakan forum pembahasan ini dan dirinya merasa sangat bangga.
PM Lai mengatakan, anti korupsi merupakan tanggung jawab bagi pemerintah, anti korupsi adalah komitmen yang wajib dipertanggungjawabkan oleh pemerintah kepada rakyat. PM Lai mengatakan, melalui indikator Transparansi Internasional untuk mengevaluasi kondisi korupsi suatu negara, melalui upaya jangka panjang sehingga anti korupsi kini telah menjadi bahasa internasional.
PM Lai Ching-de mengatakan, terutama pada tahun 1993 setelah berdirinya Transparency International di Berlin, Jerman, selama 20 tahun negara di seluruh penjuru dunia mempromosikan ide-ide demikian, memerangi tindakan korupsi, menjadi pengakuan bagi internasional, representatif, instansi internasional anti korupsi, mengumumkan beberapa indikator, serta menjadi organisasi internasional yang terpercaya. Sementara ini, Transparency International dan upaya dari setiap negara, anti korupsi menjadi bahasa umum internasional.”
PM Lai, dalam dua tahun terakhir ini pemerintah giat memerangi tindakan korupsi, mencakup meratifikasi konvensi anti korupsi PBB, promosi aturan pencucian uang, revisi hukum peradilan, menentukan aturan hukum perusahaan; saat bersamaan membentuk kerjasama dengan organisasi polisi kriminal internasional. PM Lai mengatakan, Yuan Eksekutif pada tahun ini juga akan memberikan laporan terkait dengan kinerja anti korupsi.
Dalam pers rilis yang disampaikan oleh Taiwan Transparency Internasional, Kepala Negara Daratan Tiongkok Xi Jing-ping aktif memerangi korupsi, banyak yang ditangkap dan ditahan karena kasus korupsi, sementara perjalanan anti korupsi Daratan Tiongkok masih panjang, sebagai contoh tahun 2017, CPI yang diumumkan Transparency Internasional, Daratan Tiongkok dengan angka 44 pon menduduki urutan ke-77 sehingga kali ini Daratan Tiongkok memilih absen untuk pertemuan tahun ini, maka sangat disayangkan.