(Taiwan, ROC) Institut Penelitian Chunghua (CIER) hari ini tanggal 1 Agustus mengumumkan Indeks Manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI) untuk bulan Juli sebesar 58,5%, meningkat 0,3% dibandingkan bulan sebelummnya, alasan utama naiknya PMI adalah bertambahnya indeks pemesanan, produksi dan juga pengunaan tenga kerja, bahkan untuk indeks penggunaan tenaga kerja mencapai 59,2%, menunjukkan tetap kuatnya permintaan tenaga kerja di sector industri.
CIER yang pada tanggal 1 Agustus mengumumkan PMI bulan Juli yang memperlihatkan kelanjutan perluasan dengan kenaikan sebesar 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya, dari 5 indikator yang menunjukkan peningkatan, indeks penggunaan tenaga kerja meningkat paling besar, 2,4% mencapai angka 59,2%, merupakan angka tertinggi ke dua.
Dari 6 manufaktur besar, selain manufaktur dasar bahan baku yang mengalami penyusutan, 5 industri besar lainnya menunjukkan perluasan. Jika diurutkan berdasarkan besar kecilnya tingkat peningkatan adalah manufaktur elektronik dan optik, industri mesin dan peralatan listrik, industri peralatan transportasi, kimia dan pealatan medis serta industri produk makanan dan tenun
Yang patut diperhatikan disini adalah, berdasarkan referensi seluruh industri “indeks kemakmuran untuk 6 bulan mendatang”, meskipun mengalami penurunan dari 68,4% pada bulan Juni, turun sebesar 2,9% menjadi 65,5%, tetapi masih tetap bertahan diatas 60%, hal ini memperilhatkan kebanyakan dari industriawan yang optimis dengan ekonomi mendatang. Ketua CIER, Wu Zhong-hsu menyampaikan : untuk indeks kemakmuran 6 bulan mendatang sebesar 65,5%, meskipun mengalami penurunan sebesar 2,9% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 68,4%, tetapi tetap berada bertahan di angka 60% sudah berjalan 7 bulan, ini memperlihatkan semua menaruh harapan pada kemakmuran di masa mendatang.
Wu Zhong-hsu juga mengemukakan, pengamatan dari PMI yang diumumkan beberapa negara, seperti Daratan Tiongkok, Korea Selatan atau wilayah Eropa, yang menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, ini memperlihatkan negara-negara tersebut mengalami pemulihan ekonomi; mengenai apakah krisis hutang Argentina akan mempengaruhi perekonomian dunia, Wu beranggapan untuk jangka pendek, pengaruhnya tidak besar.