History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lai Cheng-yi: Perang Perdagangan Mempengaruhi Penurunan GDP Tahun Ini

  • 23 June, 2018
  • Editor
Lai Cheng-yi: Perang Perdagangan Mempengaruhi Penurunan GDP Tahun Ini
Lai Cheng-yi: Perang Perdagangan Mempengaruhi Penurunan GDP Tahun Ini

(Taiwan, ROC) – Setelah perang perdagangan antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok berlangsung, Uni Eropa juga tidak luput dari penetapan pajak atas produk baja dan aluminium dari Amerika Serikat. Menanggapi hal ini, Uni Eropa juga melakukan tarif pembalasan terhadap produk Amerika Serikat. Beberapa organisasi perdagangan merasa bahwa perang perdagangan akan memberikan dampak tidak langsung kepada Taiwan. Ketua Badan Perdagangan ROC (ROCCOC) Lai Cheng-yi (賴正鎰) pada Sabtu (23/6) mengkhawatirkan bahwa perang perdagangan yang terjadi antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok dan Uni Eropa, dapat mempengaruhi perekonomian global. DGBAS mengkhawatirkan bahwa tingkat GDP Taiwan pada tahun ini yang awalnya berkisar 2.6% harus direvisi menjadi 2.3%. Pada tahun depan, dampak perang perdagangan ini akan menjadi semakin nyata.

Perang perdagangan Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok kian memanas, Amerika Serikat diketahui menetapkan tarif pajak atas produk baja dan aluminium. Polemik ini kian melebar, hingga Uni Eropa kembali menetapkan tarif pajak atas produk Amerika Serikat, meliputi wiski, celana jins dan sepeda motor. Jumlah yang ditafsirkan adalah NT$ 98,5 miliar.

Sekjen Asosiasi Industri dan Perdagangan ROC (CNAIC), Fan Liang-tung saat menerima wawancara mengemukakan bahwa produk yang menjadi target perang perdagangan kini telah meluas. Yang awalnya hanya ditetapkan pada produk baja dan aluminium, kini harus meluas hingga ke produk lainnya. Sistem proteksionisme telah menyelimuti sistim perekonomian dunia, dan menggangu rantai pasokan perdagangan. Hal ini tentu akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan ekonomi global dan dapat mengurangi daya permintaan luar negeri. Fan Liang-tung menambahkan bahwa Taiwan secara tidak langsung juga akan terkena imbasnya.

Lai Cheng-yi selaku ROCCOC menilai bahwa dampak perang perdagangan kali ini tidak akan terlalu jelas pada tahun ini. Hal ini dikarenakan pesanan permintaan pada semester kedua tahun ini, telah mendapatkan kepastian. Namun tingkat GDP pada tahun ini harus mengalami perubahan.

Lai Cheng-yi mengatakan, “DGBAS memperkirakan sebesar 2.6%. Tapi saya melihatnya akan mengalami penurunan dari angka tersebut. Dan ada kemungkinan akan berada pada kisaran 2.3%. Dan jika Taiwan berada pada angka 2.3%, ini merupakan angka yang cukup bagus, mengingat kondisi ekonomi global yang kurang baik. Tetapi untuk tahun mendatang, dampak ini akan terasa lebih nyata”.

Fan Liang-tung mengemukakan bahwa pemerintah harus lebih waspada lagi dan berharap dapat memberikan langkah kebijakan nyata terhadap para pelaku usaha. Lai Cheng-yi mengemukakan bahwa hampir 40% perdagangan Taiwan berasal dari Daratan Tiongkok. Dan jika perdagangan lintas selat, tidak disertai perjanjian perdagangan yang nyata, maka ditakutkan pelbagai pengaruh akan muncul ke permukaan.

Komentar

Terbarumore