(Taiwan, ROC) Media AFP melaporkan, Perdana Menteri Malaysia yang baru menjabat Mahathir Mohamad pada hari Senin ini tanggal 11 Juni 2018 mengusulkan pembahasan baru untuk Kemitraan Trans Pasifik TPP, saat bersamaan menghimbau agar perdagangan internasional melindungi negara kecil.
Meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian kemitraan TPP,namun pada bulan Maret 2018 ini Malaysia dan beberapa negara anggota lainnya terus mempromosikan TPP dan berlanjut dengan promosi pembaharuan TPP.
Akan tetapi, PM Mahathir Mohamad yang baru menjabat sebagai PM Malaysia pada bulan lalu, pada hari menghadiri rapat pertemuan di Tokyo dan menyampaikan, bahwa dirinya tidak begitu antusias dengan perjanjian TPP.
Dalam forum Future of Asia, PM Mahathir Mohamad mengatakan, perlu adanya pembaharuan dalam pembahasan TPP, perlu diakui sama seperti adanya industri baru, ada pula negara-negara baru yang mulai berkembang.
PM Mahathir menambahkan, mereka memerlukan adanya hak khusus, ada sebagian yang menjadi jaminan perlindungan diri, dikarenakan situasi tidak mendukung atau tidak kondusif bagi mereka untuk bersaing dengan negara-negara perdagangan besar maupun produsen besar di dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempromosikan America First kemudian menarik Amerika keluar dari Kemitraan TPP, hal ini menyebabkan kemitraan ini berada dalam kondisi kritis, akan tetapi 11 negara dalam kawasan Asia Pasifik masih tetap eksis, bulan Maret 2018 telah menandatangani satu kerjasama perampingan TPP versi baru