(Taiwan, ROC) Biro Pelestarian Lingkungan, Yuan Legislatif hari Jumat (8/6) mengajukan proposal terkait larangan penggunaan pipet plastik di sektor public, sekolah negeri dan swasta, pusat perbelanjaan, rumah makan cepat saji dan juga larangan penyediaan pipet plastik di 8.000 usaha bisnis. Peraturan ini diperkirakan akan mulai diberlakukan tanggal 1 Juli 2019.
Kepala Divisi Pengelolaan Limbah Departemen Perlindungan Lingkungan, Lai Yingying, mengemukakan sehubungan dengan masalah polusi plastik laut internasional, dengan pertimbangan pembatasan penggunaan pipet plastik yang diterapkan di Amerika Serikat dan beberapa kota di Inggris, hari ini proposal metode pelaksanaan dan tanggal pelaksanaan, untuk membatasi penggunaan pipet plastik dari konsumen untuk itu penyediaan pipet plastik dibatasi.
Ketua Pengelolaan Limbah sekaligus menjabat pelaksana teknis, Li Yi-hua menjelaskan, diperkirakan dalam waktu 60 hari setelah diumumkan, masing-masing pihak dapat memberikan masukan dan pendapat, setelah satu bulan kemudian akan diumumkan hasilnya, diperkirakan 1 Juli 2019 sudah dapat diberlakukan. Untuk pelanggaran pemula terlebih dulu akan diberikan peringatan apabila terjadi pelanggaran lagi maka berdasarkan hukum pasal 51 ayat 3 akan dikenakan sanksi NTD.1.200 – 6.000,-
Selain itu, Biro Pelestarian Lingkungan juga menambahkan bahwa rencana berikutnya untuk memperluas ke layanan makanan lainnya, pada tahun 2020 akan menganalisis langkah-langkah pengendalian untuk penggunaan pipet plastik sekali pakai.