(Taiwan, ROC) – Kegiatan pameran COMPUTEX InnoVEX Taipei Internasional yang mengambil tema Platform Innovation Hub of ASIA, digelar selama 3 hari berturut mulai hari Rabu tanggal 6 Juni di Gedung World Trade Center Taipei, yang diikuti sebanyak 21 negara dan 388 regu inovasi terbarukan. Pameran yang berskala 40% lebih besar dibandingkan tahun lalu, mencatat rekor baru sebagai yang terbesar, dimana hampir 40% peserta pameran merupakan regu berkelas internasional. Dalam upacara pembukaan yang dilakukan oleh PM William Lai, juga dihadiri oleh Menteri Ekonomi Shen Jong-chin, Kepala Dewan Pembangunan Nasional Chen Mei-ling, Menteri Teknologi Chen Liang-gee dan Walikota Taipei Ko Wen-je.
Dalam kata sambutannya, PM William Lai menyampaikan bahwa kegiatan dimaksudkan untuk menjadi media bagi para pelaku usaha inovasi baru untuk menemukan pendanaan dan pertukaran teknologi. Yuan Eksekutif sangat memperhatikan pelaksanaan pameran tersebut, dengan turut mengusung berbagai program pengadaan inovasi beragam, penyediaan dana senilai NT$ 100 milyar dari NDC, sehingga mampu difungsikan bagi para pelaku usaha muda dalam mencari modal pendanaan usahanya. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pembenahan peraturan yang ada, sehingga memudahkan perusahaan bernominal rendah juga mampu masuk ke dalam bursa saham, mengefisiensikan pencarian dana, dan melakukan pengurangan pajak pendapatan bagi para pelaku usaha bidang inovasi baru, sehingga mampu memberikan ruang gerak yang lebih besar bagi para usahawan.
PM William Lai menjelaskan dengan adanya kerjasama dan dukungan para legislator, baik dari partai berkuasa maupun oposisi, telah mampu mengusung peraturan pengembangan bidang perbankan, bio medis dan obat-obatan, sehingga berhasil membangun sebuah ruang lingkup hukum yang lebih lengkap, dan memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk berekspresi.
PM William Lai mengatakan, “Pemerintah tentu akan memberikan bantuan kepada para pelaku usaha bidang inovasi baru, membangun jalinan mitra kerjasama, atau boleh dikatakan pemerintah pusat maupun daerah akan membeli produk hasil pelaku usaha bidang inovasi baru, sehingga sebelum produk diluncurkan di pasaran, maka mampu mendapatkan bantuan dari pemerintah.”
PM William Lai menyebutkan bahwa pemerintah juga akan membantu para pelaku usaha untuk mencari jalan dan peluang baru, dimana pengusaha bisa memilih untuk masuk ke bursa saham atau tidak. Pemerintah juga akan menyediakan lingkungan ramah pajak, maka pengusaha yang bekerja keras mampu mendapatkan keuntungan, dan memberikan peluang bagi perusahaan untuk masuk ke dalam pasar internasional. Pihak Kementrian Teknologi juga mengundang perusahaan incubator berkelas internasional untuk turut berpartisipasi, sehingga bisa membantu kemungkinan jalannya kerjasama dengan Silicon Valley Amerika dan Israel.
PM William Lai mengharapkan pengusaha dalam negeri mampu mendapatkan peluang pemesanan manufaktur produk dari luar negeri. Kini bantuan yang diberikan oleh pemerintah diibaratkan telah mampu menciptakan berbagai benih tanaman yang baru dan berkembang, sehingga perlu memadukannya dengan sistim 4.0 perindustrian, IoT, intelegensi artifisial, komputasi awan, hingga kemudi otomatis, dimana bisa menjadi sebuah hal yang merata dalam kehidupan manusia.