(Taiwan, ROC) Latihan militer Taiwan Han Kuang No.34 yang berlangsung selama 5 hari 4 malam difokuskan untuk pertahanan selat Taiwan, latihan kekuatan gabungan pertahanan darat-udara termasuk penangkalan serangan militer darat, masih ada latihan pertahanan melawan musuh pasukan payung militer, pertahanan serangan dari udara.
Walaupun pada tanggal 4 Juni 2018 terjadi musibah kecelakaan pesawat tempur F-16, namun latihan militer Han Kuang tetap berjalan, pada tanggal 5 Juni 2018 mengambil lokasi latihan di sungai Damshui Taipei, menjalankan latihan menghadapi serangan dan penetrasi musuh, di area pinggir sungai membuat model serangan dan perlawanan, saat bersamaan menggunakan bom asap guna merealisasikan kondisi latihan dan memberikan tekanan bagi tentara.
Presiden Tsai Ing-wen pada hari Selasa ini menuju ke pangkalan militer Jiupeng Pingtung, untuk memonitor latihan menghadapi serangan rudal, kemudian berangkat ke Selat Taiwan untuk mengawasi latihan militer menghadapi serangan darat; pada tanggal 7 Juni menuju ke markas militer Ching Chuan Kang Taichung guna mempelajari kemampuan militer dalam menghadapi serangan dari udara.
Latihan Han Kuang dikelompokkan dengan berdasarkan pembagian waktu, arena latihan, latihan militer dimulai pada tanggal 4 Juni 2018, pusat komando Hengshan memberikan instruksi pertama, untuk sebagian pesawat dan kapal akan segera meluncur dan terbang ke markas bagian TImur, sementara kapal yang ditempatkan di markas militer Zuoying siap tempur dan meluncur ke perairan laut; Pada tanggal 5 Juni latihan militer pertahanan kawasan sungai Damshui, masing-masing angkatan bersenjata mengutus pasukan militernya, gabungan 3 angkatan bersenjata berlatih guna memperkuat pertahanan nasional; Pada tanggal 7 Juni akan menampilkan latihan militer yang lebih semarak, latihan militer menghadapi serangan udara, menggunakan pesawat drone yang telah umum digunakan masyarakat sebagai alat pelacak, memperbaiki landasan pacu dan lain-lain.
Berdasarkan sumber informasi menyampaikan bahwa Daratan Tiongkok pada tanggal 4 Juni 2018 mengutus pesawat Shaanxi Y-9 bergerak dari Laut Timur bergerak ke arah Selat Miyako dan bergerak ke arah Selatan Selat Bashi dan ditafsirkan sebagai upaya untuk memata-matai latihan militer Han Kuang. Terhadap hal ini, Kemenhan menyampaikan hingga saat ini tetap memonitor gerak-gerik pesawat Daratan Tiongkok.