(Taiwan, ROC) – Direktorat Jendral Budget, Akutansi dan Statistik Yuan Eksekutif atau DGBAS pada bulan Mei tahun ini memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk kwartal kedua mencapai 2,79%, dan prediksi ini dinilai lebih konservatif dibandingkan prediksi dari badan keuangan perekonomian lainnya. Tetapi pada hari Kamis tanggal 31 Juli, usai melakukan perhitungan tahap awal, pihak DGBAS menyebutkan bahwa indeks pertumbuhan ekonomi Taiwan mencapai 3,84%, lebih banyak 1,05% dibandingkan sebelumnya. Pihak DGBAS menjelaskan bahwa indeks pertumbuhan ekonomi terus melaju naik sejak kwartal ke empat tahun lalu, ditambah lagi perindustrian dalam negeri yang telah dipengaruhi oleh perkembangan elektronik, mesin dan bahan metal lainnya. Sehingga dapat dipastikan bahwa perekonomian dalam negeri Taiwan terus mengalami perkembangan yang stabil.
Pakar Jasmine Mei mengatakan, “Jadi pada dasarnya pertumbuhan ekonomi berjalan secara stabil. Pada saat ini jika melihat situasi pada kwartal kedua, resiko pertumbuhan perekonomian dunia internasional masih tetap ada, instansi perekonomian internasional juga terus melakukan penurunan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia, tetapi perindustrian dalam negeri dikategorikan searah dengan mata angin, termasuk pengaruh dari iphone6, penjualan komputer PC dan NB yang terus stabil, dan perlambatan penurunan papan panel elektronik yang ada.”
Berkenaan dengan kontribusi yang diberikan terhadap pertumbuhan ekonomi dari permintaan luar negeri dan dalam negeri, pengaruh yang terbesar disebabkan oleh pertumbuhan industri jasa pada kwartal kedua. DGBAS menyebutkan bahwa adanya peningkatan sebesar 30% kaum wisatawan yang berkunjung ke Taiwan, sehingga telah memecahkan rekor pertumbuhan tertinggi pada kwartal ketiga sejak tahun 2004, hal ini juga telah memberikan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Taiwan sendiri.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kwartal pertama untuk tahun ini dipastikan mencapai 3,14%, dan angka tersebut lebih baik dibandingkan prediksi yang dilakukan sebelumnya oleh pihak DGBAS.