History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM William Lai Himbau Setiap Individual Tidak Kalap Dalam Menyimpan Air

  • 02 June, 2018
  • Editor
PM William Lai Himbau Setiap Individual Tidak Kalap Dalam Menyimpan Air
PM William Lai Himbau Setiap Individual Tidak Kalap Dalam Menyimpan Air

        (Taiwan, ROC) – Perdana Menteri William Lai pada hari Sabtu tanggal 2 Juni melakukan pengamatan langsung berkenaan dengan kondisi air termasuk prasarananya di waduk Nanhua. PM William Lai menyampaikan bahwa jumlah air masih mencukupi kebutuhan air untuk Kota Tainan selama 2 bulan di kedepannya, oleh sebab itu dirinya mengimbau agar masyarakat tidak kalap dalam menyimpan air. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat juga akan berupaya semaksimalnya dalam menghadapi masalah kebutuhan air, baik dengan cara mencari potensi sumber daya air baru, penghematan, alokasi dan pengerahan bantuan. Diharapkan bahwa pada tahun 2031 mendatang, masyarakat, pelaku usaha bidang pertanian dan pengembangan perindustrian bisa terpenuhi kebutuhan airnya.

        Dalam sambutannya, PM William Lai menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh pegawai dalam bidang pengadaan sumber daya air, dan meminta seluruh masyarakat tidak perlu khawatir. William Lai menjelaskan usai pengairan lahan tanam dilakukan pada hari Minggu tanggal 3 Juni, maka jumlah air yang tersedia dalam waduk masih mampu mencukupi kebutuhan air selama 2 bulan, khususnya kebutuhan air rumah tangga dan perindustrian. Dirinya mengimbau seluruh masyarakat tidak kalap dalam menyimpan air sendiri, sehingga malah hanya akan menambah beban upaya pemerintah dalam melakukan pendistribusian dan alokasi air.

        PM William Lai mengatakan, “Semua pihak tidak perlu khawatir, tidak perlu menyimpan air sendiri, karena sebegitu Anda menyimpan air, saya menyimpan air, dan semua air yang tersedia telah terbagi habis, maka akan menyulitkan upaya pendistribusian dan alokasi air. Hal ini tentu akan menjadi masalah baru dalam pengadaan kebutuhan air. Sama halnya dengan pihak perbankan yang awalnya tidak ada masalah, namun jika tersebar rumor yang tidak sehat di pasar atau kalangan masyarakat, semua pihak tentu akan menarik uang yang tersimpan di dalam rekeningnya, dan uang tunai yang tersedia dalam bank tentu tidak akan mencukupi penarikan yang dilakukan mendadak. Semoga perumpamaan mudah ini dapat dimengerti.”

        PM William Lai menyebutkan jumlah air hujan yang turun di kota Tainan per harinya tidak mencapai 80mm, dimana telah berlangsung selama 306 hari. Namun waduk masih mampu mencukupi kebutuhan air rumah tangga dan perindustrian selama 2 bulan, hal ini dikarenakan terus menggali potensi sumber daya air baru, penghematan, alokasi dan pengerahan bantuan. Ke depannya, pemerintah pusat juga akan meminta bantuan dari Perusahaan Air Taiwan, untuk menekan jumlah kebocoran air hingga mencapai angka 10% pada tahun 2031. Selain itu pemerintah juga akan membantu para pelaku usaha yang membutuhkan air dalam jumlah yang lebih besar, untuk bisa meningkatkan upaya daur ulang air, yang semula 70% menjadi 80%, sehingga penggunaan air bisa lebih efektif dan maksimal. Ia berharap pada tahun 2031 mendatang, jumlah air di Taiwan dapat bertambah hingga mencapai 5,2 juta ton, sehingga kebutuhan air masyarakat dan perkembangan perindustrian dapat terpenuhi.

        Juru Bicara Yuan Eksekutif Hsu Guo-yung menjelaskan kondisi air yang ada saat ini, untuk kawasan Utara dan Tengah Taiwan masih tidak menjadi masalah, dan diakui jumlah air untuk bagian Selatan Taiwan memang lebih terbatas. Oleh sebab itu kini tengah diberlakukan pembatasan penggunaan air level 1. Namun karena pembatasan air tersebut hanya dilakukan pada malam hari, maka masih tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Komentar

Terbarumore