History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma Harapkan Tandatangan Kesepakatan Investasi Dengan Uni Eropa

  • 31 July, 2014
  • Editor
Presiden Ma Harapkan Tandatangan Kesepakatan Investasi Dengan Uni Eropa
Presiden Ma Ying-jeou

   (Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 31 Juli pagi hari menerima kunjungan rombongan anggota parlemen Perancis. Dalam sambutannya, Ma mengatakan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai Presiden, Ma berusaha memperbaiki hubungan antar selat, dan hal tersebut tidak saja hanya mendapat masukan yang baik dan positif, tetapi juga telah memperluas ruang lingkup keikutsertaan Taiwan dalam kegiatan dunia internasional, misalnya pada tahun 2011, Taiwan dan Jepang telah menandatangani kesepakatan investasi, bahkan pada tahun lalu juga telah menandatangani kesepakatan kerjasama bidang perekonomian dengan negara New Zealand dan Singapura, sehingga perekonomian kedua negara juga telah terlihat jelas perkembangannya.

   Presiden Ma berharap Taiwan juga dapat segera melakukan penandatanganan kerjasama bidang ekonomi maupun kesepakatan investasi dengan negara-negara Uni Eropa. Hal ini tidak saja hanya akan memberikan pengaruh yang baik dalam bidang perekonomian semata, tetapi juga dapat memajukan hubungan ekonomi antara Taiwan dengan Perancis.

   Presiden Ma mengatakan, “Pada tahun sebelumnya, Perancis adalah negara terbesar ke empat untuk urutan partner dagang, dimana angka perdagangan kedua belah pihak mencapai US$ 4 Milyar, kami berharap kedua belah pihak dapat melakukan penandatanganan kerjasama bidang ekonomi ataupun kesepakatan investasi, guna memajukan hubungan dagang kedua belah pihak.”

   Presiden menjelaskan bahwa Taiwan dan Perancis memiliki jalinan hubungan yang akrab dalam bidang pertukaran kebudayaan, pendidikan, teknologi dan bidang energi. Republik Tiongkok sendiri juga telah menandatangani program magang kerja dengan 6 negara anggota Uni Eropa, sehingga Ma juga mengharapkan dapat secepatnya melakukan hal yang sama dengan negara Perancis.

   Selain itu, Presiden Ma juga secara khusus mengutarakan masalah kecelakaan pesawat TransAsia di bandara Makong, Penghu, dimana 2 di antara para korban adalah kewarganegaraan Perancis. Pemerintah menyatakan permintaan maaf dan belasungkawa untuk keluarga korban. Pihak Kementrian Luar Negeri, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Perhubungan dan instansi penerbangan swasta terkait akan memberikan bantuan dalam hal penyelesaian kasus kecelakaan tersebut.

Komentar

Terbarumore