History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hongkong Belum Terkontaminasi Virus Ebola, CDC: Resiko Terhadap Taiwan Masih Rendah

  • 31 July, 2014
  • Editor
Hongkong Belum Terkontaminasi Virus Ebola, CDC: Resiko Terhadap Taiwan Masih Rendah
CDC: Resiko Terhadap Taiwan Masih Rendah

   (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan laporan yang diberikan dari luar negeri, pada hari Rabu tanggal 30 Juli kemarin, Hongkong diberitakan menemukan satu kasus yang diasumsikan berhubungan dengan kontaminasi Virus Ebola pada salah satu wisatawan asal Afrika Timur. Sehubungan dengan pemberitaan tersebut, telah menarik perhatian masyarakat luas.

   Berkenaan dengan hal ini, instansi penanggulangan penyakit menular atau CDC Taiwan pada hari Kamis tanggal 31 Juli secara resmi menjelaskan bahwa pasien tersebut tidak berkunjung ke kawasan yang telah terkontaminasi, sehingga hal tersebut belum dapat dipastikan sebagai salah satu kasus penyakit menular.

   Wakil Ketua CDC, Juang Ren-xiang menyebutkan bahwa pihaknya telah langsung menghubungi pusat penanggulangan medis CHP, Hongkong, dan memastikan apakah pasien tersebut melakukan kunjungan ke kawasan Kenya sebelumnya. Karena pasien berasal dari Asia Timur dan tidak pernah melakukan kunjungan ke kawasan Afrika Barat yang dikategorikan sebagai kawasan rawan penyakit menular, sehingga kasus yang diberitakan tersebut masih belum dapat dikategorikan sebagai penyakit hasil kontaminasi dengan Virus Ebola yang dapat menular. Sehingga Juang juga menegaskan bahwa pihaknya telah memperhatikan secara seksama perkembangan kontaminasi Virus Ebola di 3 negara di kawasan Afrika Barat. Karena cara penularan yang lebih rumit, sehingga kemungkinan untuk masuk ke Taiwan juga tidak tinggi.

   Berdasarkan data yang didapatkan dari badan kesehatan dunia atau WHO, hingga tanggal 27 Juli, jumlah kasus yang ditemukan telah mencapai 1.323 orang, dan 729 di antaranya telah meninggal dunia, dimana prosentase meninggal mencapai angka 55%. Hal yang patut diperhatikan adalah hanya dalam kurun waktu 4 hari, negara di kawasan Afrika Barat, jumlah penderita telah bertambah sebanyak 122 orang, dan menyebabkan 57 orang di antaranya meninggal dunia.

Komentar

Terbarumore