(Taiwan, ROC) Profesor Jurusan Pembinaan dan Psikologi Pendidikan, Universitas Taiwan Normal Nasional (NTNU) Chen Xie-chi (陳學志) bersama tim penelitinya dengan dukungan dana dari Kementeri Sains dan Teknologi melakukan analisa data dari 1491 imigran baru di seluruh Taiwan dan 4665 siswa Sekolah Menengah Pertama pada umumnya tahun 2014. Dari penelitian ini didapati bahwa meskipun kemampuan beradaptasi dengan lingkungan hidup dari anak keturunan Imigran baru lebih lemah dibandingkan dengan siswa pada umumnya namun kemampuan dalam pemikiran kreatif serta ide-ide mereka lebih banyak, fleksibel dan unik, selain itu kepribadian kreatif, mereka juga memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar, keberanian mengambil resiko, daya imijinasi dan dalam menghadapi tantangan yang ada.
Chen Xie-chi hari Rabu (30/5) dalam analisanya mengemukakan, pelajar imigran baru unggul dalam kreatifitas, pada dasarnya mereka yang menghadapi multi budaya sehingga menimbulkan efek medici, ini merupakan pertama kalinya dalam komunitas akademis ditemukan keuntungan dari anak-anak Imigran baru.
Chen Xie-chi mengatakan, “Kami menemukan bahwa mereka memiliki potensi kreativitas dan kreativitas mereka lebih tinggi daripada pelajar lainnya, bagian ini mungkin adalah salah satu yang kita sebut efek medici. Medici sendiri adalah sebuah kota di Eropa yang memiliki beragam budaya yang berbeda, menciptakan puncak dari seni, setelah itu kami menyebutkan pengaruh dari multicultural sebagai efek Medici”
Setelah penemuan ini, tim peneliti pada tahun 2015 lebih lanjut mendesign sebuah kurikulum “pelajaran multicultural” untuk kurun waktu 6 bulan dan mendapati kelompok pelajar “multicultural” tidak saja memperlihatkan prestasi lebih baik dibandingkan dengan kelompok “pelajar biasa”, kemampuam kreativitas mereka juga lebih tinggi. Hal ini juga untuk pertama kali diketahui program multikultural dapat meningkatkan kreativitas siswa.