(Taiwan/ROC) --- Biro Pengembangan Pemuda (YDA) yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan akan mengadakan kegiatan pertukaran masa liburan musim panas di Universitas Nasional Sains dan Teknologi Kaohsiung (NKUST). Kegiatan ini akan digelar selama 10 hari dengan mengundang para pelajar yang berasal dari negara sasaran Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Nantinya, kegiatan ini akan memilih 40 siswa, yaitu yang berasal dari negara Kebijakan Baru ke Arah selatan dan siswa Taiwan untuk berpartisipasi. YDA menambahkan bahwa mereka akan memberikan subsidi penuh tiket pesawat pulang dan pergi untuk para siswa. Pendaftaran ini sendiri akan ditutup pada 31 Mei 2018 mendatang.
YDA melanjutkan bahwa kegiatan pertukaran selama musim liburan musim panas ini akan berlangsung di 2 kota di Taiwan; diantaranya untuk kawasan utara Taiwan, akan dilaksanakan di Universitas Nasional Sains dan Teknologi Taiwan (NTUST) pada 15 Juli hingga 22 Juli 2018. Dan untuk di kawasan selatan Taiwan, akan digelar di Universitas Nasional Sains dan Teknologi Kaohsiung (NKUST) pada 1 Agustus hingga 10 Agustus 2018. Kegiatan akan diikutsertakan oleh 18 siswa Taiwan dan pelajar dari negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Pendaftar dapat mengunjungi situs (https://www.bic.ntust.edu.tw/beyond-sbcamp/), dan unggah video pengenalan diri selama 1 hingga 2 menit dalam Bahasa Inggris.
Kepala YDA Chen Wei-ling (陳玟伶) mengemukakan bahwa untuk kegiatan di NKUST akan berfokus kepada inovasi dan kewirausahaan. Selain itu, juga akan mengundang beberapa pengusaha muda untuk melakukan ceramah dan berbagi akan pengalaman mereka.
Chen Wei-ling mengatakan,“Dikarenakan NKUST memiliki “Laboratorium Inovasi”, laboratorium ini pada dasarnya juga akan melakukan beberapa praktik nyata. Dengan demikian akan menggelar beberapa pelatihan yang berkaitan dengan inovasi. Dan untuk waktunya, juga akan memakan waktu hingga berhari-hari. Selain itu, mereka juga akan mengundang beberapa alumni dari NKUST untuk berbagi pengalaman inovasi kepada siswa yang berasal dari negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan”.
YDA juga berharap dapat memilih 20 siswa Taiwan dan 20 siswa yang berasal dari negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Setelah tim ini berhasil dipilih, maka para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan; meliputi papan permainan dan program simulasi bertemakan inovasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memungkinkan para peserta saling bertukar pikiran. Setiap tim ini nantinya akan dibimbing oleh 1 instruktur.