(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Sabtu tanggal 26 Mei saat menerima tim delegasi medis dan kesehatan yang bertolak kembali dari Jenewa, mengatakan bahwa pihak Daratan Tiongkok tidak pernah berhenti untuk memberikan tekanan kepada Taiwan, hal ini dikarenakan Taiwan tetap berprinsip kepada kedaulatan yang dimiliki dan tidak pernah akan mengalah. Presiden Tsai kembali menegaskan bahwa Taiwan tidak pernah akan menyerah dalam menghadapi berbagai tekanan yang diberikan oleh Daratan Tiongkok.
Menghadapi keterbatasan ruang dan semakin sempit yang dimiliki oleh Taiwan dalam menjalin hubungan dengan dunia internasional, Presiden Tsai Ing-wen pada hari Sabtu tanggal 26 Mei kembali menyampaikan rasa kesal terhadap tekanan tersebut.
Presiden Tsai menyebutkan bahwa ada suara dari partai oposisi yang mengatakan bahwa seandainya Taiwan mampu menerima Konsensus 92, maka Taiwan akan dapat mengikuti rapat sidang majelis WHA dan tidak akan menemukan permasalahan pemutusan hubungan diplomatik seperti saat ini. Beberapa hari lalu, Tsai juga menemukan adanya penyampaian sikap untuk bersatu yang disuarakan oleh ketua umum partai oposisi di media massa. Presiden Tsai menegaskan bahwa prinsip ingin bersatu yang disuarakan oleh partai oposisi merupakan hak dan kebebasan mereka, namun prinsip untuk bersatu tidak boleh dilakukan dengan kondisi penekanan, bahkan tidak boleh menjadi satu-satunya pilihan bagi generasi muda di masa yang akan datang.
Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa Taiwan memang berharap dapat menjadi anggota dalam WHO, tetap menjalin persahabatan dengan seluruh negara yang ada. Namun harapan ini tentu tidak selayaknya menggunakan harkat dan martabat bangsa sebagai bahan taruhan. Untuk itu dirinya menyebutkan bahwa Taiwan tidak pernah akan menyerah menghadapi tekanan yang diberikan oleh Daratan Tiongkok.