(Taiwan, ROC)-- Dewan Perwakilan Amerika Serikat tanggal 24 Mei waktu setempat memutuskan meloloskan Undang-undang Otorisasi Pertahanan Tahun 2019, dalam rancangan undang-undang meminta untuk memperkuat kemampuan militer Taiwan dan menghimbau untuk mematuhi UU Hubungan Taiwan serta Amerika Serikat mengutus pejabat militer tingkat tinggi untuk berkunjung ke Taiwan.
Dewan Perwakilan Amerika Serikat dengan 351 suara mendukung dan 66 suara menolak berhasil meloloskan Undang-undang Otorisasi Pertahanan Tahun 2019 (HE 5515). Berdasarkan RUU Dewan Perwakilan Amerika Serikat pasal 1253 menyebutkan perlunya negosiasi dengan instansi terkait Taiwan, mengevaluasi kekuatan militer Taiwan terutama persiapan serta mengevaluasi kekuatan kerja sama bilateral dan meningkatkan kemampuan pertahanan diri Taiwan. Setelah undang-undang diberlakukan selama 1 tahun, kemudian setelah Menteri Pertahanan AS menegosiasikannya dengan Kementerian Luar Negeri, memberikan laporan, menjelaskan hasil evaluasi, proposal dan juga rencara cara yang akan diadopsi pada parlemen Amerika Serikat
Rancangan pasal 1262 menjelaskan pendapat Kongres Amerika Serikat, berdasarkan Taiwan Travel Act, Kementerian Pertahanan AS seharusnya mengutus Menteri Pertahanan atau pejabat lainnya ke Taiwan sebagai pertukaran tingkat tinggi resmi, dalam kurun waktu 60 hari sejak diberlakukannya RUU Menteri Pertahanan bernegosiasi dengan Kementerian Luar negeri setelah itu mengajukan perencanaan terkait dan laporan pada kongres nasional
Setelah rancangan HR 5515 disahkan Dewan Perwakilan Amerika Serikat dan membahasnya dengan Senat sebelum dikirimkan ke Majelis Senat untuk pemungutan suara, setelah dipastikan baru diberikan pada Presiden Amerika Serikat untuk ditandatangani.