(Taiwan, ROC) - Suatu proposal yang diajukan oleh 15 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengundang Taiwan sebagai pengamat Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ditolak dalam sidang WHA yang sedang berlangsung di Jenewa, Swiss.
Proposal tersebut ditolak setelah debat dua-lawan-dua diadakan dalam sidang Komite Umum WHA ke 71 dan sidang paripurna WHA, Senin, 21 Mei.
Proposal mendaftarkan isu yang berhubungan dengan Taiwan dalam agenda tambahan sidang tahunan WHA diajukan bersama oleh 15 negara sahabat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, masing-masing Belize, Burkina Faso, El Salvador, Haiti, Kiribati, Kepulauan Marshall, Nauru, Nikaragua, Paraguay, Saint Vincent and the Grenadines, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Kepulauan Solomon, Swaziland and Tuvalu.
Kementrian Luar Negeri (MOFA) menyesalkan keputusan WHA, namun menegaskan Taiwan tidak akan melepaskan tekad bergabung dengan WHA sebagai pengamat, maupun melepaskan niat berkontribusi pada perkembangan pengobatan serta kesehatan global.
Juru bicara MOFA Andrew Lee (李憲章) mengatakan, “Mengenang momen peringatan 15 tahun terjadinya wabah SARS, kita harus sekali lagi berterima kasih kepada semuanya yang berjuang melawan SARS tanpa mempedulikan keamanan diri sendiri. Kini, proposal dari negara sahabat telah menegaskan kepentingan, kebutuhan dan urgensi partisipasi Taiwan dalam WHA.”
Menurut Lee, apa yang diungkapkan Daratan Tiongkok dan pihak yang mendukungnya hanya mengandung corak politik, berbeda dari pernyataan melukiskan kenyataan dengan statistik lengkap dari negara-negara pendukung Taiwan, yang dengan fakta konkrit membongkar bohongan bahwa Daratan Tiongkok akan melindungi hak pengobatan masyarakat Taiwan.