(Taiwan/ROC) --- Rapat tahunan Overseas Community Affairs Council (OCAC) diadakan di Grand Hotel selama 2 hari, yakni Selasa (15/5) hingga Rabu (16/5). Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) diketahui hadir dalam upaca pembukaan pada Selasa (15/5) pagi hari. Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengalaman demokrasi Taiwan merupakan aset yang paling berharga dalam menjalin persahabatan dengan dunia internasional. Walau Taiwan seringkali mendapatkan tekanan, namun Taiwan dapat senantiasa menerapkan nilai dan mempertegas prinsip dasar kepada dunia, meliputi nilai demokratis, kebebasan dan perdamaian.
Kepala Negara diketahui menghadiri upacara pembukaan rapat tahunan OCAC pada Selasa (15/5) pagi hari. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan akan 3 arah reformasi yang terus dikejar oleh pemerintah, dan mengundang komunitas perantauan untuk turut berpartisipasi. Hal yang pertama adalah pengembangan transformasi industri.
Kepala Negara mengemukakan bahwa penyesuain badan industri dan menerapkan daya saing ekonomi berkepanjangan merupakan hal pokok yang ia fokuskan semenjak beliau berkuasa. Hal ini juga didukung oleh perencanaan industri inovatif 5+2 dan program pembangunan infrastruktur prospektif, yang tidak hanya menarik perhatian para investor untuk menanamkan investasinya di Taiwan, melainkan juga memberikan nilai tambah bagi beberapa indikator kemajuan ekonomi. Beliau merasa bahwa sekarang merupakan waktu yang tepat bagi warga perantauan yang tersebar di luar negeri, untuk mengintegrasikan modal dan koneksi mereka, guna menanamkan modalnya di Taiwan. Kepala Negara juga berharap bahwa komunitas Tionghoa perantauan di luar negeri dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian Taiwan.
Yang kedua adalah terkait dengan demokrasi dan peraturan hukum Taiwan. Presiden Tsai mengemukakan bahwa pengalaman demokrasi Taiwan memiliki peranan penting bagi Kawasan Asia dan bahkan dunia. Walau Taiwan selalu mendapatkan tekanan, namun Taiwan harus semakin dapat mengumandangkan dan mempertahankan nilai demokrasi serta kebebasan ke mata dunia internasional.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya rasa, saat ini merupakan waktu yang tepat dan berharga bagi Taiwan untuk menjalin persahabatan dengan dunia internasional. Saya ingin meminta kontribusi dari komunitas Tionghoa perantauan di seluruh dunia. Semakin Taiwan menadapatkan tekanan, maka kami
akan semakin menerapkan nilai dasar untuk meyakinkan dunia. Kami akan selalu mempertegas prinsip dasar kami, yakni demokrasi, kebebasan dan perdamaian.”
Pada bagian penutup, Presiden mengemukakan bahwa dalam kurun waktu 2 tahun, Taiwan telah mengembangkan pelbagai program kerja sama baik dengan negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan maupun yang tidak. Hal ini juga ditambah dengan Kebijakan Baru ke Arah Selatan yang tengah dipromosikan oleh pemerintah. Melalui kebijakan ini, tentu dapat bersama dengan negara-negara ASEAN, Asia Selatan, Australia dan Selandia Baru menjalin berbagai pertukaran. Kepala Negara juga mengharapkan kontribusi dari komunitas Tionghoa perantauan untuk membantu Taiwan dalam mengembangkan hubungan diplomatik, mengingat Taiwan merupakan pihak yang tidak dapat diabaikan oleh dunia internasional.