(Taiwan, ROC) - Yuan Eksekutif akan mempromosikan “Undang-undang Ekonomi Baru Imigrasi” yang memberikan kelonggaran bagi tenaga berbakat menengah untuk mendapatkan ijin tinggal permanen di Taiwan, hal ini dikarenakan saat ini pengaliran keluar tenaga berbakat sudah menjadi trend internasional dan tidak dapat dihindari lagi. Mengenai warga Taiwan yang berkerja di luar negeri yang pada tahun lalu menunjukkan angka 730 ribu orang, berdasarkan survei bank tenaga kerja, alasan mengapa mereka bersedia meninggalkan Taiwan dan bekerja di tempat yang jauh dari Taiwan adalah karena tertarik dengan gaji yang tinggi dan gaji rata-rata mereka yang bekerja di luar negeri lebih tinggi sekitar 33% dibandingkan dengan jenis pekerjaan yang sama di Taiwan.
Berdasarkan data statistik, jumlah warga Taiwan yang berkerja di luar negeri mencapai 728 ribu orang meningkat 4000 orang dibandingkan dengan tahun 2015, berdasarkan survei bank tenaga kerja 1111 menunjukkan, sebesar 62,29% pekerja Taiwan bekerja di luar negeri karena ingin mendapatkan gaji yang tinggi. General manajer Pusat Pengembangan Karier Publik, Bank Tenaga Kerja 1111, Lee Da-hua menyampaikan, jika membandingkan jenis pekerjaan yang sama antara di Taiwan dan di luar negeri, gaji yang diterima di luar negeri lebih tinggi sekitar 33%, untuk itu rata-rata gaji yang diterima dalam survei kali ini sekitar NTD49 ribu, rata-rata ini sudah termasuk bonus, sementara gaji jika bekerja di luar negeri bisa mencapai NTD65 ribu sehingga ini menjadi salah satu daya tarik untuk bekerja di luar negeri.
Selain itu sekitar 40% menyampaikan alasan mereka bekerja di luar negeri adalah karena senang berpetualang dan memberikan tantangan bagi dirinya. Kebanyakan dari mereka yang bekerja di luar negeri berkeinginan untuk turut andil dalam produksi bersifat umum seperti layanan masyarakat setempat dan Teknologi Informatika dengan harapan bisa mendapatkan gaji tahunan sebesar 1,489 juta dollar Taiwan, sedangkan untuk masalah yang paling dikhawatirkan saat bekerja di luar negeri, sekitar 36, 8% beranggapan masalah keamanan negara tempat ia bekerja, 36,5% khawatir dengan perbedaan budaya, 36,1% takut dengan masalah bahasa, adaptasi dan persaingan yang ketat.
Karena gaji di luar negeri yang lebih tinggi sehingga ada 80% responden khawatir sekembalinya mereka di Taiwan akan merasakan perbedaan besar dalam pendapatan pekerjaan, sedangkan lebih dari 50% responden memiliki alasan dirinya menerima bayaran rendah atau tidak mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya maka memilih bekerja di luar negeri atau meminta untuk menugaskannya ke luar negeri.