(Taiwan, ROC) Kementerian Luar Negeri (MOFA) hari Jumat (11/5) pagi menyelenggarakan upacara pengantungan papan nama “Divisi Indo Pacifik” yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri, Joseph Wu. Dalam kata sambutan Joseph Wu menyampaikan, terbentuknya “divisi Indo Pasifik” tidak saja menunjukkan tekad hati Kementerian Luar Negeri dalam memperkuat Kebijakan Baru ke arah Selatan namun juga memperlihatkan strategi kebijakan baru ke arah selatan dalam pertarungan internasional.
Menlu Joseph Wu menyampaikan, baru saja dikeluarkan sebuah hasil survei yang memperlihatkan tingginya tingkat keyakinan akan kebijakan baru ke arah selatan, kemenlu akan terus berupaya mempromosikannya dan pembentukan divisi Indo pasifik ini sebagai salah satu poin penting.
Joseph Wu mengemukakan, Amerika Serikat, Australia, Jepang dan negara-negara lainnya memiliki strategi pertarungan Indo Pasifik, negara-negara demokrasi ini mempertimbangkan bagaimana agar dapat menjalin lebih banyak kerja sama ekonomi perdagangan, kebebasan dan lainnya dengan negara-negara demokrasi di kawasan Indo Pasifik, untuk itu Taiwan juga mengupayakan semua ini. Joseph Wu mengatakan, “Pembentukan divisi Asia Pasifik adalah memanfaatkan keterbatasan tenaga manusia dan sumber daya untuk melakukan hal guna memenuhi tendensi strategi internasional saat ini.”
Di sisi lain, Komisi Kemiliteran DPR Amerika Serikat telah meloloskan “Rancangan Program Otorisasi Pertahanan Keamanan Nasional 2019 atau NDAA 2019, Joseph Wu ketika merespon pertanyaan yang diajukan media menyampaikan, sangat berterima kasih atas sikap yang ditunjukkan anggota DPR Amerika Serikat pada Taiwan, dukungan kerja sama pertahanan keamanan untuk bersama-sama mengupayakan kestabilan perdamaian di kawasan Asia Pasifik.