History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA Harapkan Perdalam Kerjasama Kemiliteran dengan Amerika Serikat

  • 11 May, 2018
  • Editor
MOFA Harapkan Perdalam Kerjasama Kemiliteran dengan Amerika Serikat
Anggota legislator dari partai DPP, Tsai Shih-ying

(Taiwan, ROC) – Komisi Kemiliteran DPR Amerika Serikat dengan keputusan suara 60 banding 1, berhasil meloloskan Rancangan Program Otorisasi Pertahanan Keamanan Nasional 2019 atau NDAA 2019, dimana di dalamnya juga memuat tentang perjanjian jual beli persenjataan militer antara Amerika dengan Taiwan, dengan memuat laporan berkenaan dengan kemampuan kemiliteran Taiwan dan sekaligus memberikan saran perbaikan pertahanan keamanan nasional sendiri, sehingga hal ini juga turut meningkatkan sistim pertahanan dan keamanan Taiwan sendiri, serta memperluas hubungan kerjasama antar kedua belah pihak, termasuk latihan militer bersama dan jual beli senjata.

 

Berkenaan dengan hal itu, Kementrian Luar Negeri atau MOFA pada hari Jumat tanggal 11 Mei menyampaikan bahwa selanjutnya akan memantau lebih jauh perkembangan dari implementasi rancangan program tersebut, dan melakukan koordinasi dengan instansi Yuan Eksekutif, guna memperdalam hubungan antara Amerika dengan Taiwan.

 

MOFA menyatakan bahwa adapun rancangan program tersebut tentu saja memberikan pengaruh yang positif bagi Taiwan, termasuk salah satunya adalah Undang-Undang Perjalanan Taiwan, yang memudahkan pejabat bidang kemiliteran untuk dapat melakukan perjalanan antar Taiwan dan Amerika, melakukan pertukaran dan memperluas latihan militer yang ada, serta mendukung penjualan alat senjata kepada Taiwan. Semua ini menunjukkan bahwa pihak Amerika Serikat memandang penting hubungan dengan Taiwan.

 

Parlemen Amerika Serikat dalam beberapa tahun belakangan ini juga terus berupaya memperdalam berbagai jalinan hubungan kerjasama otorisasi bidang pertahanan keamananan dengan Taiwan, untuk itu MOFA juga tidak lupa menyatakan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak Amerika.

 

Berkenaan dengan hasil keputusan yang diambil oleh DPR Amerika Serikat, Pihak Kementrian Pertahanan dan Keamanan atau MND menyampaikan rasa terima kasih kepada semua anggota dewan Amerika yang telah berupaya mengimplementasikan Undang-Undang Hubungan dengan Taiwan dan 4 Butir Jaminan untuk Taiwan, khususnya dalam menstabililkan jalinan hubungan dengan pihak Republik Tiongkok. Pihak MND menyebutkan jika hal ini tentu akan turut menstabilkan perdamaian di kawasan dan keamanan yang tercipta melalui kerjasama kemiliteran juga disambut dengan baik oleh pihak MND.

 

Anggota legislator dari partai DPP, Tsai Shih-ying menyampaikan sekalipun berbagai rancangan program memang awalnya pihak Amerika bermasksud untuk memperluas kekuatan militer di luar negeri, namun di dalamnya juga telah turut membantu Taiwan dalam meningkatkan kekuatan militernya, selain akan memperkuat program jual beli alutsista dari Amerika kepada Taiwan, juga telah turut memperdalam hubungan kemiliteran kedua belah pihak.

 

Tsai Shih-ying mengatakan,  “Hal ini dapat disebut sedikit berbentuk aliansi kemiliteran, saya memahami struktur kekuatan militer secara sempuran, misalnya hubungan kerjasama antara Amerika dengan Jepang, dimana Amerika sangat mengetahui kondisi kekuatan militer yang dimiliki oleh Jepang. Demikian juga hubungan kerjasama antara Amerika dengan Korea, dimana sebenarnya Amerika sangat memahami kondisi kekuatan militer yang dimiliki oleh Korea. Jika tidak, bagaimana mungkin dapat melakukan hubungan kerjasama dalam militer. Sehingga saya menyebutkan jika hubungan aliansi kemiliteran yang dilakukan oleh Amerika dengan Taiwan, juga merupakan sebuah langkah awal kerjasama.”

 

Legislator dari partai KMT, Johnny Jiang menjelaskan bahwa dirinya melihat adanya realiasasi dalam hubungan kerjasama yang selama ini disebutkan. Sekalipun terlihat adanya maksud dari pihak Amerika Serikat untuk bisa mewujudkan hubungan antara Taiwan, Amerika dan Daratan Tiongkok, sepertinya pihak DPR Amerika juga telah menekankan dan membuka jalan bagi pihak eksekutif Amerika dalam program penjualan senjata militer untuk Taiwan.

 

Johnny Jiang mengatakan,  “Saya pikir ada maskud untuk menunjukkan kekuatan yang dimiliki, sekalipun belum ada kelanjutan dari pihak eksekutif setempat, dimana hal ini baru hanya berasal dari DPR semata, belum tiba waktunya bagi Presiden Donald Trumph untuk berpendapat, sehingga dari kelolosan rancangan program ini tentu dapat dirasakan adanya unsure keinginan untuk menunjukkan kekuatan yang ada.”

 

Dirinya menyambut baik dengan adanya hubungan kerjasama antar kedua belah pihak, dimana dalam proses kerjanya, tentu pemerintah masih memiliki banyak hal yang perlu diamati.

Komentar

Terbarumore