(Taiwan, ROC) Perdana Menteri William Lai hari Jumat (11/5) hadir dalam forum “Masa depan kota dan desa. Usahakan bersama” yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi. Dalam kata sambutannya William Lai mengemukakan, untuk mengatasi masalah gap antara perkotaan dan perdesaan dengan memberikan pelatihan bagi tenaga kerja berbakat dan mempromosikan keunggulan dan keunikan produk desa dan kota.
Divisi Unit Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Ekonomi pada tanggal 11 Mei menyelenggarakan program “Masa depan kota dan desa. Usahakan bersama” mengundang PM William Lai, Menteri Ekonomi, Shen Jong-chin, Gubernur Hsincu, Chiu Ching-chun dan perwakilan-perwakilan dari kabupaten dan kota.
Dalam kata sambutannya PM Lai mengemukakan, populasi Taiwan kebanyakan memadati di perkotaan menimbulkan masalah gap antara kota dan desa, pada 2 periode pemerintahan sebelumnya tidak bisa melakukan transformasi untuk itu Presiden Tsai Ing-wen mengajukan program infrastruktur kedepan, yang pertama untuk memperluas konstruksi public dan mempromosikan investasi swasta, kedua untuk menyelesaikan kebutuhan konstruksi dasar bagi generasi berikutnya dan yang ke tiga untuk mengembangkan dan menyamaratakan kesejahteraan kota dan desa.
PM Lai juga mengungkapkan kalau pemerintah akan mempromosikan 3 Power P yaitu Place, People dan Produk, 3 kekuatan pada tempat, manusia dan produk termasuk untuk keunikan lokasi, pembinaan tenaga kerja berbakat, keunggulan produk kota dan desa.
Menteri Ekonomi, Shen Jong-chin dalam kata sambutannya juga menyampaikan, saat ini lebih dari 17 kota dan kabupaten yang mempromosikan kebijakan pengembangan perdesaan dan perkotaan, diharapkan dapat menciptakan sekitar 7000 kesempatan kerja agar setiap kota dan desa memiliki keunikan panggung masing-masing, menarik kaum muda kembali pulang untuk mengembangkan desanya dengan demikian dapat menyelesaikan masalah mengalir keluarnya warga di suatu tempat, menjaga kebudayaan dan membangun kehidupan perekonomian setempat.